Breaking News:

Berita Denpasar

Malam Pergantian Tahun di Bali, BNNP Awasi Penyalahgunaan & Pesta Narkoba

Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra saat rilis akhir tahun 2021 di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Bali, pada Jumat 31 Desember 2

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra saat rilis akhir tahun 2021 di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Bali, pada Jumat 31 Desember 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwongoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengawasi aktivitas masyarakat saat malam pergantian tahun dari indikasi penyalahgunaan narkoba atau adanya pesta narkoba.

Momentum-momentum seperti malam pergantian tahun jauh-jauh hari sudah dipetakan BNNP Bali. Di saat libur Natal dan Tahun Baru Bali dikunjungi puluhan ribuan pelancong dari luar kota.

Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, mengatakan Bali masih menjadi wilayah rawan dan pasar potensial penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, di mana salah satu konsentrasinya ialah daerah tujuan wisata atau perkotaan, bahkan hingga pedesaan.

"Melihat momentum tahun baru ini jangankan dari sisi konsumen dari sisi pemasukan distribusi juga telah kami pantau dari dalam negeri maupun luar negeri, kami juga memiliki program Pariwisata Bersinar, Bersih Narkoba," kata Sugianyar dalam rilis akhir tahun 2021 di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Bali, pada Jumat 31 Desember 2021.

Berkaca dari penangkapan konsumen narkoba mengindikasikan kasus narkoba di Bali masih relatif tinggi, Bali merupakan wilayah End User konsumen bukan produksi. Meskipun secara kuantitatif menurun sedikit dari tahun 2020 lalu namun dari demand terjadi peningkatan.

Baca juga: MalamTahun Baru, Polda Bali Kerahkan 12.000 Personel & Siapkan Rekayasa Lalin di Kawasan Pantai Kuta

Baca juga: Sejumlah Pekerja Hotel Maya Ubud Gelar Unjuk Rasa

Baca juga: 100 Ucapan Selamat Tahun Baru 2022 dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, Dibagikan di FB, WA, IG

Pada tahun 2021 BNN Provinsi Bali beserta BNN Kabupaten/Kota berhasil mengungkap 43 kasus dengan 50 orang tersangka baik bandar besar, pengedar, kurir hingga pemakai narkoba. 34 kasus diantaranya merupakan jaringan.

Indeks peningkatan demand narkoba dilihat dari jumlah barang bukti yang diamankan.

"Memang mengalami penurunan dari kuantitatif kasus tahun 2020 ada 47 kasus dan 56 tersangka. Namun dari barang bukti Shabu dan Ganja mengalami trend penyalahgunaan meningkat, shabu 2020 2 kilogram meningkat jadi 2,8 kilogram, Ganja dari 49 kg meningkat jadi 79 kg dan ada yang coba-coba menanam pohon ganja," paparnya.

"Shabu 2,8 kg membahayakan 14 ribu masyarakat Bali, dengan indikator pemakaian 0,2 gram tiap pemakai," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved