Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Sejumlah Pekerja Hotel Maya Ubud Gelar Unjuk Rasa

Sejumlah karyawan Hotel Maya Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Maya Ubud, Jumat 31 Desember 2021.

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Badrun
Sejumlah karyawan Hotel Maya Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Maya Ubud, Jumat 31 Desember 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejumlah karyawan Hotel Maya Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Maya Ubud, Jumat 31 Desember 2021.

Demontrasi ini menuntut terkait transparansi gaji yang dipotong secara sepihak oleh pihak manajemen hotel.

Selain itu, mereka juga meminta agar mendapatkan kebebasan dalam membentuk serikat pekerja. 

Pantauan Tribun Bali di lapangan, massa aksi berjalan kaki dari jarak puluhan meter untuk menuju hotel.

Mereka membentangkan spanduk yang berisikan protes.

Baca juga: 100 Ucapan Selamat Tahun Baru 2022 dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, Dibagikan di FB, WA, IG

Baca juga: Regulasi Pemain Sepakbola yang Ingin Perkuat Timnas China: Tidak Boleh Bertato

Baca juga: Perumahan di Banjar Anyar Tabanan Kembali Banjir, Warga Harapkan Solusi dari Pemerintah

Demontrasi tersebut berjalan sesuai dengan protokol kesehatan covid-19, yakni memakai masker dan jaga jarak.

Demontrasi ini pun berjalan kondusif hingga aksi berakhir.

Poin-poin yang disampaikan dalam demontrasi tersebut di antaranya, para pekerja protes lantaran pekerjaan dalam sejak setahun lebih ini, kerja full dalam sebulan hanya digaji 50 persen, Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2021 tidak dibayarkan, dan, uang Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah diklaim diambil oleh pihak manajemen. 

Orator aksi, I Dewa Made Rai Budi Darsana, yang juga selaku Sekretaris Regional Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Bali, dari atas mobil pickup melontarkan sejumlah tuntutan para pekerja Hotel Maya Ubud. Di antaranya, menekankan upah layak, mempertanyakan pemberhentian pekerja tanpa alasan.

Pekerja juga mendesak diberi ruang membentuk serikat pekerja.

“Hari ini dan seterusnya, kami akan melakukan perlawanan terhadap yang tidak setuju dengan pembentukan serikat pekerja,” ujarnya.

Kata dia, keberadaan serikat pekerja sangat penting dalam perusahaan.

Sebab akan menjadi wadah karyawan untuk menuntut hak yang seharusnya diterima.

Serikat juga akan menghapus diskriminasi pekerja. "Serikat ada untuk melindungi pekerja dari diskriminasi," tandasnya.

Namun demonstrasi tersebut tidak berlangsung lama.

Baca juga: Kembangkan Program Banjar Creative Space, Erick Thohir Harap Ekonomi Bali Bisa Segera Bangkit

Baca juga: Promo JSM Indomaret dan Alfamart 31 Desember 2021-2 Januari 2022, Mamy Poko Rp 54.900

Baca juga: Pengurus Sepakbola Indonesia Suka Pecat Pelatih Kalau Tidak Juara, Ini Tanggapan Shin Tae-yong

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved