Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Haram Kalah di Kandang, Coach Teco Evaluasi Bali United dari Brasil

Skuat Bali United akan melakoni laga perdana putaran kedua Liga 1 Indonesia 2021-2022 tepatnya pekan ke-18 kontra Barito Putera

Tayang:
Penulis: Marianus Seran | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT
Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco - Haram Kalah di Kandang, Coach Teco Evaluasi Bali United dari Brasil 

Lini tengah lambat untuk turun, sehingga menjadi celah untuk dimanfaatkan lawan.

Gol-gol Persebaya lahir dari serangan balik cepat memanfaatkan lambatnya transisi bertahan BU.

Gelandang BU kalah cepat dengan gelandang dan penyerang Persebaya yang lebih enerjik dan bertenaga.

Menghadapi Barito Putera di pekan ke-18, Bali United harus bermain dengan gaya berbeda.

Para pemain juga harus tampil fight dan melakukan pressing tinggi.

Semoga pemain-pemain baru yang masuk bisa memberikan variasi permainan BU, terutama di area gelandang yang harus lebih variatif.

Kedua sayap lebih berani masuk ke dalam untuk minta umpan terobosan yang bisa langsung ke gawang.

Perlu variasi serangan, karena Spaso pasti kembali mendapat full pressing.

Barito juga banyak pemain baru, pasti gaya mainnya berubah dengan masuknya Coach Rahmad Darmawan (RD).

Kita nggak bisa membaca permainan Barito sekarang dengan adanya pemain-pemain baru, di antaranya sejumlah gelandang-gelandang baru.

Pasti mereka akan punya motivasi besar untuk memberikan perlawanan kepada BU.

Yang harus diwaspadai adalah kecepatan pemain-pemain Barito.

Ada Guy Junior dan Rafael Silva sekarang, plus pemain-pemain senior di lini tengah yang berpengalaman.

Seri 4 Liga 1 Dipindah dari Bali?

PELAKSANAAN seri 4 Liga 1 2021-2022 di Pulau Bali mendulang banyak catatan.

Kritik bermunculan mengenai ketidaksiapan sarana prasarana dan kendala infrastruktur yang terjadi.

Tak hanya itu, mulai muncul pula keluhan mengenai masalah akomodasi dan kepuasan klub.

Gelombang rasa tidak puas ini berujung pada rumor pemindahan Seri 4 Liga 1 ke daerah lain.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pelaksana PT LIB, Sudjarno, mengajak semua pihak melihat dari sudut pandang berbeda.

Pertama, dia memberikan edukasi bahwa untuk menyelenggarakan kompetisi di suatu daerah tidak mudah dan membutuhkan proses panjang.

Banyak pertimbangan yang melibatkan pemangku kebijakan.

Sehingga, opsi untuk memindahkan pelaksanaan kompetisi ke daerah lain memang sangat rumit dan tidak semudah yang dibayangkan.

Baca juga: Penyerang Asing Bali United Privat Mbarga Fit, Duet Spaso dan Lilipaly Siap Ancam Barito Putera

“Begini, kami harus konsultasi dengan federasi, tidak bisa menentukan sendiri. Ada landasan-landasan yang harus dilalui. Kami harus minta izin Mabes Polri terkait masalah kondisi PPKM dan keamanan. Itu juga menjadi pertimbangan. Rekomendasi dari Gubernur Bali yang menyurat kepada PSSI untuk bisa digelar di Bali juga menjadi pertimbangan. Jadi banyak hal pertimbangannya,” kata Sudjarno.

Karena itu, Sudjarno merasa opsi untuk melanjutkan seri 4 di daerah lain bukanlah sebuah keputusan bijak.

Sudah banyak tenaga dan pikiran yang tercurah untuk menyelenggarakannya.

Di sisi lain, dia tidak menutup mata mengenai kekurangan dan kendala di lapangan.

Dia memastikan PT LIB akan terus melakukan evaluasi dan langkah nyata guna membuat sukses pagelaran Seri 4 di Pulau Bali.

“Insya Allah tetap di sini, sambil nanti masalah tempat latihan dan masalah infrastruktur lain kita benahi sambil jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Persib Bandung rampung menjalani pertandingan pekan ke-18 Liga 1 2021-2022 melawan Persita Tangerang di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Jumat 7 Januari 2022.

Pada laga yang mereka menangi dengan skor 1-0 tersebut, Persib Bandung mendapatkan kesempatan mencoba ruang ganti Stadion Ngurah Rai yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya menyebut ruang ganti Stadion Ngurah Rai terlalu sempit dan panas sehingga kurang ideal digunakan untuk kompetisi kasta tertinggi.

Namun, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar memiliki pendapat yang berbeda.

Dia mengatakan keterbatasan infrastruktur di ruang ganti Stadion Ngurah Rai bukan masalah yang disengaja, namun karena kendala situasi dan kondisi.

“Apa pun juga kan karena semua ini (terkendala situasi). Bagaimanapun juga kita harus memaklumi, menerima apa adanya,” ujar pria yang biasa disapa Wa Haji Umuh tersebut.

Selama menggunakan ruang ganti pemain Persib Bandung disebut tidak memiliki kendala yang berarti.

Memang keterbatasan mobilitas dan juga udara yang panas masih dikeluhkan, namun tidak sampai jadi hambatan.

Menurut Umuh Muchtar selama ruang ganti punya sirkulasi udara yang baik, pemain tidak akan merasa keberatan.

Sebab kekhawatiran utama saat ini masih kepada ancaman Covid-19.

Sehingga, ada rasa waspada untuk berkegiatan di dalam ruangan tertutup dengan jumlah orang yang banyak.

“Nomor satu jangan sampai di dalam pengap terus sakit, itu saja. Selama masih bisa berjalan dan bisa dimaksimalkan untuk bertanding,” kata Umuch Muchtar.(rik/ ka7/kompas.com).

Kumpulan Artikel Bali United

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved