Serba Serbi
Nyepi Sebentar Lagi, Pahami Makna Catur Brata Penyepian
Sebab sejatinya Nyepi adalah bertujuan untuk membersihkan alam semesta (bhuana agung), dan diri manusia (bhuana alit).
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nyepi pada tahun ini, akan dirayakan tanggal 3 Maret 2022.
Nyepi sendiri merupakan pergantian tahun saka, dalam Hindu yang telah dikenal sejak turun-temurun.
Hari suci ini memiliki makna filosofis yang dalam dan sangat penting.
Sebab sejatinya Nyepi adalah bertujuan untuk membersihkan alam semesta (bhuana agung), dan diri manusia (bhuana alit).
Baca juga: Nyepi Segara, Pesisir Pantai di Kusamba Klungkung Dijaga Pecalang
Untuk itu dikenal adanya Catur Brata Penyepian, atau empat pantangan dan larangan saat Nyepi.
Diantaranya adalah Amati Geni, atau tidak menyalakan api saat Nyepi.
Makna lainnya adalah tidak mengibarkan amarah dan kebencian di dalam diri.
Untuk itu, biasanya saat Nyepi masyarakat tidak diperkenankan menyalakan api, atau saat ini lampu.
Kemudian ada Amati Karya, atau tidak bekerja saat Nyepi.
Kini Nyepi telah menjadi libur nasional, dan di Bali sendiri saat Nyepi tidak ada yang bekerja ataupun keluar rumah. Baik itu bekerja fisik, seperti memotong kayu dan lain sebagainya.
Selanjutnya, adalah Amati Lelungan, atau tidak bepergian dan mawas diri.
Tujuannya agar manusia tetap mengekang hawa nafsu, dan keinginannya.
Lembaga umat pun menetapkan, agar masyarakat di Bali tidak keluar walaupun hanya di depan rumah.
Terakhir, adalah Amati Lelanguan yaitu tidak mengibarkan kesenangan apalagi kesenangan duniawi.
Baca juga: Nyepi Segara di Kusamba, Aktivitas Penyeberangan Menuju Nusa Penida Dialihkan ke Padang Bai & Sanur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-pelaksanaan-nyepi-tahun-2020-di-denpasar.jpg)