Breaking News:

Berita Bali

Waspada, BBMKG Wilayah III Denpasar Keluarkan Peringatan Dini Cuaca di Bali 13-14 Januari 2022

Sedangkan untuk tanggal 14 Januari 2022 potensi serupa meliputi wilayah Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar dan Kota Denpasar,"

Tribunnews.com
ilustrasi Cuaca ekstrem. BBMKG Wilayah III Denpasar Keluarkan Peringatan Dini Cuaca di Bali 13-14 Januari 2022 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk tanggal 13 - 14 Januari 2022, sejumlah wilayah di Bali berpotensi dilanda cuaca ekstrem, hujan disertai petir dan angin kencang.

"Peringatan dini cuaca pada 13-14 Januari 2022 wilayah Bali berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat, pada 13 Januari 2022 meliputi Buleleng, Karangasem, Tabanan, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung dan Kota Denpasar," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto kepada Tribun Bali, pada Rabu 22 Desember 2021.

"Sedangkan untuk tanggal 14 Januari 2022 potensi serupa meliputi wilayah Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar dan Kota Denpasar," sambungnya

BBMKG Wilayah III Denpasar mengimbau masyarakat untuk waspada dampak bencana yang ditimbulkan dari cuaca tersebut.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Merata di Bali Hingga Pukul 15.20 WITA

Dwi menjelaskan, wilayah Bali saat ini sedang dalam periode musim hujan, indeks ENSO di Nino adalah -0,79, faktor tersebut secara signifikan meningkatkan potensi hujan.

Potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Bali, umumnya terjadi pada siang hingga sore hari.

Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 6-36 kilometer/jam dengan suhu udara 21-33 derajat celcius.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti banjir, genangan air tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kalat/petir," ujarnya.

Selain itu, kata Dwi, bagi pengguna dan operator jasa transpotasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut.

"Potensi gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2.0 meter atau lebih di Laut Bali, Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, dan Samudera Hindia selatan Bali," papar dia. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved