Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Purnama Sebentar Lagi, Pahami Makna dan Sarana Upakaranya Dalam Hindu Bali 

Purnama Sebentar Lagi, Pahami Makna dan Sarana Upakaranya Dalam Hindu Bali 

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan. Purnama Sebentar Lagi, Pahami Makna dan Sarana Upakaranya Dalam Hindu Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Purnama Sebentar Lagi, Pahami Makna dan Sarana Upakaranya Dalam Hindu Bali.

Beberapa hari lagi, tepatnya Senin 17 Januari 2021, umat Hindu akan merayakan hari suci Purnama, khususnya Purnama Sasih Kawulu.

Purnama dan Tilem adalah hari suci di dalam umat Hindu yang terjadi dalam kurun waktu sebulan sekali. 

Menurut tradisi masyarakat Bali, Purnama dan Tilem masuk ke dalam hari sakral atau tempus sacrum.

Baca juga: Tilem Kawulu, Gelap Tak Harus Diusir dengan Terang Buatan, Ini Persembahannya

Sebab Purnama dan Tilem datang saat masa-masa peralihan.

Umat Hindu sejak turun-temurun, telah memercayai bahwa waktu peralihan adalah adalah saat yang berbahaya dan rawan. 

Untuk itu dikenal lah Puja Trisandya atau mantra suci yang diucapkan pada saat pergantian waktu.

Mulai pukul 06.00 pagi, 12.00 siang, dan 18.00 sore. Tujuannya agar umat Hindu jauh dari marabahaya.

Kemudian di dalam Alih Aksara, Alih Bahasa, dan Kajian Lontar Sundarigama, dijelaskan bahwa umat Hindu telah mempersiapkan tata cara untuk melewati waktu-waktu sakral dan rawan ini.

Lontar Sundarigama menjelaskan, tindakan yang dilakukan masyarakat Hindu Bali di dalam menghadapi peralihan waktu adalah dengan mengadakan rangkaian upacara.

Hal ini sebagai wujud rasa syukur kepada waktu yang telah lampau, dan permohonan perlindungan serta keselamatan pada waktu yang akan datang. 

Purnama dan Tilem adalah waktu sakral atau hari suci yang dihitung menurut perhitungan terbit dan tenggelamnya bulan. Purnama dan Tilem pun merupakan waktu peralihan.

Khusus kali ini, akan membahas Purnama atau waktu terakhir pada paruh terang dan waktu awal dari paruh gelap. 

Umat Hindu sejak dahulu kala meyakini bahwa tatkala bulan Purnama diyakini Bhatara Parameswara atau Sang Hyang Purusangkara bersama saktinya.

Baca juga: Hari Baik Untuk Melakukan Dana Punia, Ini Persembahan Saat Purnama Kawulu

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved