Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Lebih Baik Investasi Emas, Saham, Atau Kripto? Ini Penjelasan Made Pratiwi Dewi

Made Pratiwi Dewi memberikan penjelasan terkait perbedaan melakukan investasi pada emas, saham dan kripto currency

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Made Pratiwi Dewi, SE., MM selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Warmadewa ketika ditemui, Kamis 27 Januari 2022 - Lebih Baik Investasi Emas, Saham, Atau Kripto? 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Made Pratiwi Dewi, SE., MM selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Universitas Warmadewa memberikan penjelasan terkait perbedaan melakukan investasi pada emas, saham dan kripto currency.

Seperti yang sudah diketahui bersama, emas merupakan aset investasi yang harganya semakin lama semakin tinggi.

Jadi untuk menjaga nilai aset atau kekayaan investasi, memang emas pilihan yang bagus.

"Karena kalau kita tahu emas ini kan salah satu kekayaan bumi atau hasil tambang yang tidak bisa diperbaharui jadi makin lama nilainya itu pasti makin tinggi tapi jumlahnya yang terbatas. Kalau lahan tambang habis ya sudah tidak bisa nambang emas lagi. Jadi itu yang melatarbelakangi kenapa harganya relatif stabil," ungkapnya, Kamis 27 Januari 2022.

Baca juga: Berikan Wadah Penggiat dan Komunitas Investasi Aset kripto, Tokocrypto Luncurkan T-Hub Bali

Sementara, jika emas dapat menjaga nilai aset kita agar tetap stabil, pada saham sendiri kita dapat menambah jumlah kekayaan atau keuntungan kita karena harga saham sama seperti harga barang.

Yang semakin lama juga semakin tinggi.

Dan juga kalau kita bisa memilih perusahaan yang bagus, di mana perusahaan tersebut tidak mungkin tidak akan berkembang.

Dan memang pada dasarnya kripto menawarkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan dua aset, emas atau saham, tapi juga perlu digarisbawahi kripto currency disini tidak memiliki aset acuan, jadi kalau emas ada fisiknya atau barangnya, sementara kalau saham terdapat perusahaan yang nyata bisa kita lihat kinerja fundamentalnya.

Dan kripto currency ini tidak ada karena bentuknya digital.

Memang menawarkan keuntungan yang tinggi, namun resikonya cukup tinggi.

"Kalau disuruh memilih investasi yang bagus seperti apa? Tergantung sekarang kita ini tipe investor yang seperti apa, kalau tipe konservatif artinya takut mengambil resiko maka emas lebih bagus. Kalau misalnya tipe yang moderat maka dia lebih bagus memilih emas ataupun saham. Kalau yang agresif disarankan memilih saham atau kripto. Agresif artinya ia berani mengambil resiko," imbuhnya.

Namun perlu juga diingat terdapat pepatah di manajemen investasi yakni 'jangan menaruh telur kamu di satu keranjang'.

Artinya ketika kita memiliki dana jangan hanya ditaruh di satu investasi saja.

Kalau nanti investasi merugi maka dana kita tentunya akan habis semua.

Sama seperti keranjang tadi jika jatuh maka telurnya akan pecah semua.

Jadi lebih baik dibagi ke beberapa jenis investasi.

Beberapa keuntungan yang akan didapatkan ketika melakukan investasi pada saham yakni akan mendapatkan capital gain.

Jadi nanti ada selisih dari harga jual dan beli, kita juga bisa mendapatkan deviden untuk pembagian hasil dari perusahaan yang kita beli sahamnya, dan keuntungan lainnya kita bisa menjadi pemilik dari perusahaan.

Untuk resikonya sudah pasti ada yang namanya capital lost kalau misalnya kita menjual di bawah harga beli kita.

Baca juga: Hadiri Peluncuran T-Hub Tokocrypto, Wamendag Beri Pesan Kaum Milenial Terkait Investasi

Lalu ada kemungkinan saham perusahaan yang kita beli kinerjanya tidak bagus yang kemungkinan membuat kita tidak mendapatkan deviden, lalu kemungkinan perusahaan yang kita beli sahamnya didelisting dari Bursa Efek Indonesia, atau mengalami kebangkrutan dan lain sebagainya.

"Kalau di kripto currency untuk keuntungannya dia itu sudah pasti return-nya sangat tinggi bahkan melebihi dari saham. Karena aset acuan dari kripto tidak ada jadi biasanya naik turun harganya tergantung dari seperti ada momentum, seperti kemarin bitcoin kemarin dibeli oleh Ellon Musk CEO Tesla, tiba-tiba harganya melonjak jadi ratusan juta," paparnya.

Kripto juga sifatnya fleksibel, artinya bisa ditransaksikan universal atau dibelahan dunia mana saja.

Pada kripto sendiri uang sudah bisa disahkan sebagai alat pembayaran di beberapa negara.

Kalau di Indonesia belum disahkan sebagai alat pembayaran, namun sudah digunakan untuk membeli hal-hal yang bersifat digital seperti game.

Dan karena return-nya cukup tinggi sudah pasti resiko yang dihasilkan kripto juga cukup besar.

"Perubahan harganya tidak bisa diprediksi karena tidak ada aset acuan beda dengan saham. Dia juga lebih rawan dari kejahatan seperti cybercrime. Selain itu belum ada aturan-aturan yang melindungi dari investasi kita di kripto tadi," tutupnya. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved