Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

Layanan Angkutan Siswa Terbentur Pandemi dan Anggaran Tidak Mendukung

Layanan angkutan siswa Trans Serasi di Kabupaten Tabanan masih belum berani dilaksanakan. Pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) masih melihat kondisi da

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
ILUSSTTASI Siswa menunggu angkutan siswa dekat GOR Swecapura, Gelgel. Angkutan siswa gratis di Klungkung kembali beroperasi normal - Jelang PTM Penuh, Dishub Klungkung Siapkan Angkutan Siswa Gratis Untuk 1.500 Siswa 

TABANAN, TRIBUN BALI - Layanan angkutan siswa Trans Serasi di Kabupaten Tabanan masih belum berani dilaksanakan. Pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) masih melihat kondisi dan situasi kedepannya.

Terlebih lagi kasus positif Covid 19 kembali naik daun belakangan ini. Ditakutkan, nantinya layanan angkutan siswa ini menjadi klaster baru.

Sebelumnya pihak Dinas Perhubungan Tabanan juga menegaskan bahwa layanan angkutan siswa Trans Serasi tak dijalankan mengingat kondisi keuangan yang tak memadai untuk menggelarnya.

"Untuk itu (layanan angkutan siswa) belum belum. Kita belum laksanakan layanan angkutan siswa itu," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan, I Gede Susila, Minggu 30 Januari 2022.

Gede Susila menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih belum berani mengambil kebijakan pengaktifan kembali layanan angkutan siswa tersebut. Sesuai perintah Bupati Tabanan, akan segera dibahas lebih lanjut.

"Pak hupati sudah mengarahkan, karena kita masih bahas lebih lanjut. Apalagi kerumunan masih dikurangi dulu saat ini," ungkapnya.

Menurutnya, jika trans serasi dijalankan tentu dalam pelaksanannya mungkin melakukan pembatasan mengingat pandemi belum berakhir. Jika memang kondisinya membaik, pasti ada kebijakan lebih lanjut.

Disinggung mengenai bagaimana dengan Kecamatan Baturiti yang orang tuannya sudah sepakat untuk membayar secara pribadi untuk mendapat layanan angkuta itu? Birokrat asal Banjar Sekartaji ini menuturkan pihaknya tidak ada arahan tersebut dari Pemda Tabanan.

"Kita tidak memberikan arahan seperti itu. Pemerintah daerah belum memberikan kebijakan seperti itu (swadaya). Mungkin sifatnya kerjasama antara sekolah dengan komite itu," ungkapnya.

Sekda Susila mengungkapan, sepanjang protokol kesehatan bisa tetap terjaga ketika melaksanakan angkutan siswa itu, pihaknya sangat nenghargai insiatif yang dilakukan baik oleh Komite dan Sekolah.Namun, ingat prokes sangat dijaga apalagi klaster sekarang atau kasusnya meningkat terus.

"Kemarin 28 kasus positif baru. Ini harus diantisipasi karena terus naik. Sehingga kita belum berani mengambil kebijakan layanan angkutan siswa itu dulu," tandasnya.

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved