Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Begini Sejarah Berdirinya Kongco Dwipayana Tanah Kilap Denpasar,Atas Tuntunan "Alam Atas" Kepada Atu

Ada cerita menarik dibalik berdirinya Kongco yang berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai perbatasan Denpasar dan Badung ini.

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Pemucuk Kongco Dwipayana Tanah Kilap Ida Bagus Adnyana alias Atu(Ratu,-red) berpose di depan Pagoda yang berisi Dewa Kwan Im Lengan Seribu. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kongco Dwipayana Tanah Kilap Denpasar mulai dibangun pada tahun 1990 dan memakan waktu pembangunan selama 9 tahun hingga diresmikan pada tahun 1999.

Ada cerita menarik dibalik berdirinya Kongco yang berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai perbatasan Denpasar dan Badung ini.

Pemucuk Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Ida Bagus Adnyana alias Atu menuturkan berdirinya Kongco ini bersasakan atas wahyu tuntunan dari Dewa yang disebutnya "Alam Atas".

Di halaman bagian dalam Kongco terdapat Pelinggih Padmasana Ratu Gede Pengenter Jagat Ratu Mas Rajeg Bumi tepat di sebelah Pagoda Dewi Kwan Im Lengan Seribu serta di depannya terdapat patung Panglima Tio Kei dan Panglima Lau Im

Baca juga: SOSOK Yap Tjwan Bing, Tokoh Tionghoa Teman Seperjuangan Bung Karno, Apoteker yang Jadi Nama Jalan

Di area persembahyangan terdapat Altar kolam 7 Dewi, Altar Dewa dan di luar area persembahyangan Kongco dikelilingi patung-patung penjaga seperti Gajah Malikii dan Gajah Palii, singa-singa penjaga, serta Gedong Panglima Emas Huang Cin Chua.

Atu sejatinya merupakan penganut ajaran Hindu, menginjak usia kepala empat, Atu mendapatkan petunjuk dari "Alam Atas" tersebut kemudian memban misi Shiva-Buddha.

"Saya mengemban misi beliau (Alam Atas,-red) tahun 1987, mengemban misi beliau di sini sudah 30 tahun, Kongco ini dulu hanya nama, belum terwujud, belum ada bentuknya, saya menjalankan misi dari tempat suci satu ke tempat suci lainnya,"

"Saya memasuki hutan - hutan dan gunung - gunung di usia 40-an, mungkin saat dirasa saya siap saat usia itu, asal mula saya Hindu, sekarang menganut Siwa Buddha

Saya pun tidak tahu, alam atas kenapa saya dipilih mengemban misi ini, saya termasuk pilihan alam atas," tutur Atu saat dijumpai Tribun Bali, pada Selasa 1 Februari 2022.

Petunjuk dari Alam Atas, dirasakannya seperti berbicara dengan sesama manusia pada umumnya.

"Ya seperti kita berkomunikasi dengan lawan bicara, ini kenyataan, kalau meyakini silakan tidak meyakini silakan

Saya tidak ingin bilang siapa tapi memang ada dari alam atas, Dewa muncul tidak mudah, beliau mohon restu ada izin,” jelasnya

Tempat suci di hutan-hutan dan gunung-gunung di Pulau Jawa dan Bali pun ia jelajahi bersama istri dan dua orang yang menjadi pengiring membawa sarana persembahan untuk memohon izin sesuai petunjuk dari Alam Atas.

Atu pun juga sempat merasakan, rasa yang tidak karuan, putus asa menjalankan misi dari Alam Atas tersebut, namun Atu tidak bisa meninggalkannya, batin Atu berbicara untuk menuntaskan misi tersebut.

Baca juga: KONGCO Dwipayana Tanah Kilap Denpasar: Pernah Dikunjungi Presiden Gus Dur, Banyak Umat Memohon Jodoh

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved