Kabar Artis
MUSISI Tri Suaka Buka Suara Soal Konsernya di Subang yang Viral di Media Sosial
Musisi Tri Suaka buka suara soal beredarnya video konsernya bersama Nabila Maharani yang viral di media sosial.
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM – Musisi Tri Suaka buka suara soal beredarnya video konsernya bersama Nabila Maharani yang viral di media sosial.
Konser tersebut pun dikecam publik lantaran mengundang lautan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Lebih lanjut, dalam video konser tersebut, banyak masyarakat yang tidak mengenakan masker terlebih maraknya varian Omicron yang menyebar di Indonesia.
Baca juga: VIRAL Video Lautan Manusia di Konser Musik di Subang, Langgar Protokol Kesehatan
Baca juga: SINOPSIS Ikatan Cinta 2 Februari 2022, Catherine Ingin Melepaskan Rendy untuk Jessica
Baca juga: Ini Gejala Ringan, Sedang Hingga Berat Apabila Terpapar Varian Omicron
Tampak ribuan penonton tanpa masker asyik berjoget menikmati penampilan Tri Suaka di Taman Anggur Kukulu Pagedan Barat, Subang, Jawa Barat.
Usai konsernya viral, Tri Suaka pun mengatakan, seharusnya publik tidak menggoreng video tersebut.
"Gue mau nanggapin kemarin yang perihal di Subang teman-teman ya, banyak yang nge-tag aku. Kita tuh sudah dua tahun ya, enggak boleh istilahnya ngadain acara kayak gitu," ucap Tri Suaka, dikutip Tribun-Bali.com dari Instagram @pamanukan_pantura, Rabu, 2 Februari 2022.
"Jadi menurut saya enggak usah terlalu digoreng-goreng lagi," imbuhnya.
Menurut Tri Suaka, publik tidak perlu membicarakan hal tersebut karena nantinya akan terus viral dan menjadi perbincangan.
"Nanti kalau digoreng-goreng mulu naik lagi," katanya.
Kata Tri Suaka, kehadirannya di konser musik adalah bentuk profesionalisme kerja sebagai musisi.
Dia juga merasa aman karena sudah menerima vaksin Covid-19.
Baca juga: Klaster Sekolah Makin Marak di Denpasar, Wali Kota: Kami Tutup Sekolah Sementara
"Kita kan sudah vaksin juga, kita hanya diundang untuk ngisi acara. Kita hanya profesional kerja," ucapnya.
Taman Anggur Kukul Ditutup
Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang langsung menindak tegas pengelola kawasan wisata Taman Anggur Kukulu di Kabupaten Subang.
Baca juga: VIRAL Video Lautan Manusia di Konser Musik di Subang, Langgar Protokol Kesehatan
Baca juga: LPSK Ungkap Kondisi Psikologis Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Nonaktif
Baca juga: BEGINI Kesaksian 2 Ahli Gizi di Kerangkeng Bupati Langkat Nonaktif, Sebut Makanan Penghuni Bergizi
Itu karena pengelola kawasan wisata Taman Anggur Kukulu menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan viral di media sosial.
Kepala Satpol PP Jabar selaku Ketua Divisi Kepatuhan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, M Ade Afriandi, mengatakan sudah menggelar rapat mengenai kasus ini dan akhirnya tempat wisata tersebut ditutup.
Namun, penutupan tidak dilakukan secara permanen, melainkan hanya tiga hari.
"Kasus ini sudah ditindaklanjuti oleh Bupati Subang dan diputuskan memberikan sanksi penutupan destinasi wisata selama tiga hari mulai 1 sampai 3 Februari 2022," katanya dikutip Tribun-Bali.com dari TribunJabar.id pada Rabu, 2 Februari 2022 dalam artikel berjudul Satgas Covid-19 Tutup Taman Anggur Kukulu Subang, Buntut Acara Hiburan yang Viral di Media Sosial.
Ade mengatakan setelah mendapat informasi mengenai kerumunan tersebut lalu dilakukan pengecekan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Subang, BPBD Kabupaten Subang, dan Polres Subang.
Baca juga: SELEBGRAM Cantik Shannon Wong Unggah Video Penyiksaan yang Dialaminya, Adik Ungkap Fakta Lain
"Hasilnya, info bahwa berita tersebut benar, terjadi di destinasi Wisata Taman Anggur, Kampung Kukulu, Kecamatan Pagaden Barat, milik Oni Suwarman, anggota DPD RI," katanya.
Ia mengatakan, sebelumnya, pengelola wisata hanya menyampaikan surat pemberitahuan kepada Kapolres Subang dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang mengenai acara tersebut.
Bupati Subang pun, katanya, sudah menyatakan destinasi wisata Taman Anggur Kukulu telah melanggar protokol kesehatan Covid-19.
Kegiatan hiburan yang dilakukan oleh destinasi wisata ini dapat menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19, khususnya varian baru Omicron.
Ade berharap pemberian sanksi itu menjadi bahan evaluasi agar kedepannya tidak terjadi lagi kegiatan yang bisa menimbulkan atau mengundang kerumunan.
Baca juga: VIRAL Video Lautan Manusia di Konser Musik di Subang, Langgar Protokol Kesehatan
Baca juga: LPSK Ungkap Kondisi Psikologis Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Nonaktif
Baca juga: BEGINI Kesaksian 2 Ahli Gizi di Kerangkeng Bupati Langkat Nonaktif, Sebut Makanan Penghuni Bergizi
Terlebih, kasus harian Covid-19, termasuk di Jabar kembali naik dalam sepekan terakhir.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tri-suaka.jpg)