Septidiana Terisak Sambil Mengelus Perutnya yang Buncit, Hamil 9 Bulan Suami Tewas Dibakar Warga
Jelang melahirkan, wanita yang hamil 9 bulan itu terkulai lemas saat mendengar kabar suaminya dibakar hidup-hidup oleh warga.
Selama 5 tahun berumah tangga, Septidiana mengaku tak pernah mempermasalahkan soal keuangan dan penghasilan suami.
Namun dengan adanya peristiwa ini, Septidiana mengaku kebingungan menjalani kehidupannya sebagai ibu tunggal.
Apalagi ibu hamil ini memiliki satu putri dan nantinya akan punya anak lagi.
"Sulit pasti sulit, sekarang ini saya masih belum bisa merelakan kepergian suami, " katanya.
Maka dari itu, Septidiana meminta kepolisian untuk mengungkap nama-nama warga yang ikut terlibat dalam pembakaran suaminya.
Ibu hamil itu juga meminta polisi harus menghukum warga tersebut
Karena gara-gara itu, ia harus kehilangan suami tercinta yang tewas secara mengenaskan.
"Mereka juga harus dihukum, karena mereka aku kehilangan laki aku," ujar Septi terisak.
Keinginan dan Pesan Terakhir Suami
Ketika dirawat di RS Bhayangkara selama seminggu, Indra Widodo yang kepayahan sempat meminta bertemu dengan anak perempuannya.
Tak hanya itu, suami pun berkali-kali mengungkapkan tak sabar ingin bertemu calon anaknya yang lahir sekira awal Maret 2022 nanti.
Sayangnya, keinginan Indra Widodo itu tak terwujud hingga akhir hayat.
"Waktu di rumah sakit dia pengen ketemu sama anaknya," kata Septi.
Diungkapkan Septi, anaknya tak tahu jika sang ayah meninggal dunia.
Sang anak masih menganggap bahwa ayahnya tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hamil-9-bulan-tewas.jpg)