Berita Bali
Boleh Buat, MDA Gianyar: Belum Ada Larangan Ogoh-ogoh
Anak Agung Gede Alit Asmara mengungkapkan, sampai saat ini tak ada larangan pembuatan ogoh-ogoh serangkaian perayaan Nyepi
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gede Alit Asmara mengungkapkan, sampai saat ini tak ada larangan pembuatan ogoh-ogoh serangkaian perayaan Nyepi Caka 1944.
Dengan demikian, Gianyar tetap memperbolehkan seka teruna atau para yowana melanjutkan kreativitasnya.
Apalagi Gianyar melalui Pasikian Yowana menggelar lomba ogoh-ogoh.
Meski tak ada pembatalan, tak ada juga yang berani menjamin terkait pengarakan.
Baca juga: MDA Gianyar Pastikan Tak Ada Pembatalan Pembuatan Ogoh-ogoh
Kemungkinan jika kasus Covid-19 tinggi, maka ogoh-ogoh yang dibuat tuntas sebagai pajangan untuk penilaian lomba, namun tak bisa diarak seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kami di Gianyar, dalam membuat keputusan berdasarkan instruksi dari MDA Provinsi atau dari Pak Gubernur. Sampai saat ini tidak ada instruksi larangan membuat ogoh-ogoh," ujar Ketua MDA Gianyar, Anak Agung Gede Alit Asmara, Minggu 6 Februari 2022.
"Tapi jikapun bagaimana, nanti Gianyar tetap membuat ogoh-ogoh, karena akan dilombakan, dan penilaiannya dilakukan di tempat, tidak diarak, sehingga tidak melanggar protokol kesehatan," sambung dia.
Pasikian Yowana Kabupaten Gianyar telah memikirkan solusi sejak Januari lalu.
Jika Covid-19 kembali merebak, lomba ogoh-ogoh akan tetap gelar.
Ada nilai yang ingin dijaga, yakni rasa persaudaraan dan kebersamaan,
"Semangat gotong royong ketika proses pembuatan ini yang perlu dijaga," ujar Manggala Pasikian Yowana Gianyar, Pande Made Widia.
Ia tak menampik ada rasa khawatir, apakah ogoh-ogoh akan bisa diarak atau tidak pada saat pengerupukan nanti.
Namun adanya lomba ogoh-ogoh diharapkan bisa mengurangi kekhawatiran. Kata dia, minimal lomba ogoh-ogoh tetap digelar.
Ia yakin ini cukup bisa mengobati rasa kecewa andai-andai pengarakan dilarang.
"Ketika ogoh-ogoh tidak boleh diarak karena kasus virus meningkat, minimal tetap bisa mengikuti lomba ogoh-ogoh. Apalagi dalam perlombaan tersebut, bisa memperoleh juara yang telah disediakan. Sehingga mampu mengobati rasa sedih dan kecewa karena tidak adanya pengarakan ogoh-ogoh," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ogoh-ogoh-dan-bade-tumpang-solas-untuk-pemuspaan-pada-pelebon-ida-cokorda-pemecutan-xi.jpg)