Berita Bali

Pemerintah Pusat Tetapkan Bali Masuk PPKM Level 3, Ini Langkah Pemprov

Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk mencegah

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menyiapkan berbagai cara untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 di Pulau Dewata.

Apalagi, saat ini Bali sendiri oleh pemerintah pusat ditetapkan sebagai wilayah yang menerapkan PPKM Level 3.

Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk mencegah terjadinya lonjakan di masa PPKM Level 3 tersebut.

Salah satunya adalah melalui penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah kembali dilakukan secara daring.

Baca juga: Termasuk Bali, Status 4 Wilayah Ini Naik Jadi PPKM Level 3, Luhut: Ini Bukan Akibat Tingginya Kasus

Hal itu pun dilakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus yang lebih parah kembali.

“PTM diberhentikan sementara. Meski gejalanya tidak berat, namun pemerintah atensi agar yang terpapar tidak isolasi mandiri melainkan isolasi terpusat,” kata Cok Ace Senin 7 Februari 2022.

Dalam kesempatan tersebut diungkapkan juga terkait kesiapan hotel tempat karantina wisman yang baru mendarat di Bali.

Terdapat sebanyak 60 hotel sebagai tempat karantina selama lima hari.

“Bali siapkan 60-an hotel tempat karantina, harganya juga bervariasi.

 Ada yang Rp 11 juta sampai Rp 12 juta  selama lima hari, itu tergantung fasilitas,” tandasnya.

Cok Ace menambahkan persiapan tempat karantina maupun penerbangan internasional dengan situasi seperti ini tidak buru-buru.

Pasalnya segala persiapan tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu.

“Tidak buru-buru, itu persiapannya dari tahun lalu,” tegas Cok Ace.

Ia juga menyebutkan bahwa penyebaran Covid-19 Omicron sendiri penyebarannya berasal dari klaster kerumunan dan beberapa persen juga dari klaster sekolah.

“Lonjakan kasus karena Omicron, berasal (klaster,red) dari macem-macem, ada dari sekolah ada juga dari sepak bola,” jelasnya.

Baca juga: Bali Masuk PPKM Level 3, Pasien Covid-19 yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Meningkat

Sementara Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin memaparkan kasus per Senin (7/2/2022) di Provinsi Bali terdapat kasus positif sebanyak 1.172 orang.

Sembuh sebanyak 302 orang dan meninggal dunia sebanyak 9 orang. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved