Berita Tabanan

66 Kendaraan Over Dimensi Ditilang, Kerap Sebabkan Lakalantas, Jalan Rusak Serta Polusi

Ratusan kendaraan yang termasuk dalam kategori Over Dimension Over Load (ODOL) terjaring dalam kurun waktu selama bulan Februari 2022 ini.

Dok. Polres Tabanan
Petugas saat melaksanakan operasi ODOL di wilayah hukum Polres Tabanan atau sepanjang Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Jumat 11 Februari 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Ratusan kendaraan yang termasuk dalam kategori Over Dimension Over Load (ODOL) terjaring dalam kurun waktu selama bulan Februari 2022 ini.

Dari ratusan kendaraan tersebut ada yang dilakukan peneguran, peringatan, hingga penindakan berupa tilang.

Namun, dari ratusan kendaraan tersebut sebagian atau 66 kendaraan dinyatakan membahayakan sehingga dilakukan pendinakan oleh Satlantas Polres Tabanan.

Penindakan sesuai dengan UU LLAJ Pasal 307 tentang pengemudi mobil yang mengangkut barang melebihi daya tampung kendaraan itu sendiri. 

Baca juga: Lapangan Dangin Carik Bakal Dilengkapi Stand Akustik & Arena Skateboard, Penataan Seharga Rp 2,5 M

Baca juga: TANGGAPAN Eks Pengacara Adam Deni Soal Uang Rp 15 M Terkait Kasus Jerinx SID untuk Damai

Menurut data yang diperoleh dari Satlantas Polres Tabanan, total ada 66 kendaraan over dimensi yang sudah dilakukan tindakam tilang dalam kurun waktu 11 hari ini atau sejak 1-11 Februari 2022.

Rencananya, kegiatan operasi ODOL ini dilakukan hingga tahun depan atau hingga zero ODOL. 

"Sudah ada puluhan kendaraan yang kita lakukan tindakan karena melanggar pasal 307 UU LLAJ. Sejak awal bulan ini, kita rutin laksanakan patroli dan penindakan karena membayakan bagi pengemudi itu sendiri dan juga orang lain," ungkap Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Kanisius Franata saat dikonfirmasi, Jumat, 11 Februari 2022. 

Dia melanjutkan, namun sejatinya ada ratusan kendaraan yang terjaring selama operasi ODOL ini.

Sebagian besar petugas melakukan tindakan preemtif atau pengawasan dan juga preventif atau pencegahan.  

Baca juga: Lapangan Dangin Carik Bakal Dilengkapi Stand Akustik & Arena Skateboard, Penataan Seharga Rp 2,5 M

Baca juga: LOKASI Bandara Ngurah Rai Rawan Bencana Gempa Bumi & Tsunami, Begini Tanggapan Angkasa Pura I 

Baca juga: TANGGAPAN Eks Pengacara Adam Deni Soal Uang Rp 15 M Terkait Kasus Jerinx SID untuk Damai

"Jadi mereka ini mengangkut berbagai macam barang. Contohnya seperti kardus dan lain sebagainya juga. Sebagian besar mereka yang kita tilang adalah yang sangat membahayakan, sedangkan yang masih bisa ditolerir kita berikan peneguran agar tidak diulangi lagi," tegasnya. 

Disinggung mengenai sampai kapak operasi ODOL ini dilaksanakan, AKP Kanisius menyebutkan pihaknya akan terus melakukan operasi secara rutin hingga zero ODOL.

Artinya penindakan akan terus dilakukan hingga tidak ada lagi kendaraan yang over dimensi melintas di wilayah hukum Polres Tabanan ini. 

"Intinya kita sampai Zero ODOL. Mungkin sampai 2023," sebutnya. 

Sebab, kata dia, seperti diketahui bersama bahwa truk atau kendaraan besar masuk dalam kriteria ODOL ini kerap kali menyebabkan cepat rusaknya infrastruktur jalan, jembatan dan pengaruh terjadi polusi udara karena asap kendaraan semakin banyak yang diproduksi oleh kendaraan bermuatan lebih.

Baca juga: Lapangan Dangin Carik Bakal Dilengkapi Stand Akustik & Arena Skateboard, Penataan Seharga Rp 2,5 M

Baca juga: TANGGAPAN Eks Pengacara Adam Deni Soal Uang Rp 15 M Terkait Kasus Jerinx SID untuk Damai

"Tentunya kami sangat atensi terhadap kendaraan angkutan barang terutama truk yang bermuatan lebih, melebihi daya angkut dari yang diwajibkan. Penertiban truk Over Dimension Over Load (ODOL) ini menjadi perhatian serius dari pemerintah karena disinyalir kecelakaan kerap terjadi dampak dari daya angkut yang lebih dari kendaraan angkut barang," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved