Berita Bali
Dari Berbagai Status Sosial, 435 Siswa Rindam IX/Udayana Dilantik Jadi Prajurit Aktif TNI AD
Sebanyak 435 siswa pendidikan pertama Bintara TNI Angkatan Darat resmi dilantik menjadi prajurit aktif.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebanyak 435 siswa pendidikan pertama Bintara TNI Angkatan Darat resmi dilantik menjadi prajurit aktif.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto dalam upacara penutupan di Lapangan Candradimuka Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, Bali, pada Jumat 11 Februari 2022.
"Kita menutup pendidikan pembentukan pertama bintara prajurit karier TNI Angkatan Darat dari Kodam IX/Udayana 435 orang semua lulus," kata Pangdam dijumpai Tribun Bali usai upacara.
Ratusan prajurit TNI AD yang kini resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda) itu bakal melanjutkan pendidikan sesuai dengan kecabangan masing-masing.
Baca juga: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Dinilai Layak Maju Sebagai Capres 2024, Miliki Modal Kuat Ini
"Selanjutnya mereka melanjutkan pendidikan sesuai dengan kecabangan masing-masing. Untuk yang Infanteri tetap tinggal di Udayana kita didik di depo pendidikan latihan tempur di Pulaki, kecabangan lain nanti akan dididik di pusat-pusat kecabangan masing masing seperti kesehatan di Jakarta, seni di Bogor dan lain sebagainya," paparnya.
Ratusan siswa tersebut berasal dari berbagai kalangan dan status sosial, mereka telah menjalani pembentukan dasar-dasar keprajuritan yang mengubah kehidupan masyarakat biasa ke dalam kehidupan militer.
Danrindam IX/Udayana, Kolonel Inf Togu Pamunangan menambahkan, dalam memasuki kehidupan baru di lingkungan Militer, khususnya di Lembaga Pendidikan Rindam IX/ Udayana.
"Tentu tidak sama dengan kehidupan semasih berada di lingkungan masyarakat. Berbagai peraturan militer diperkenalkan sekaligus harus kalian patuhi dan junjung tinggi dan segala peraturan itu untuk membentuk jiwa dan raga kalian untuk menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat yang berjiwa Sapta Marga," paparnya.
"Semua materi yang diajarkan dan dilatihkan baik dalam kegiatan fisik maupun pembentukan mental serta latihan teknik dan taktik dasar keprajuritan. Semua materi tersebut sangat berguna dalam penyesuaian diri dan membentuk kalian menjadi seorang Prajurit TNI Angkatan Darat," tegasnya.
Bersama para tenaga pendidik dan tenaga pendukung pendidikan, Bintara Siswa dididik, dilatih dan dibekali pengetahuan serta keterampilan sesuai kurikulum pendidikan yang telah ditentukan oleh Komando Atas serta tetap mempedomani disiplin protokol kesehatan Covid-19.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Letnan Kolonel Kav Antonius Totok YP, S.I.P., menyampaikan, Pendidikan pertama dasar keprajuritan TNI AD ini pada dasarnya adalah Pendidikan yang mempunyai peranan dalam membentuk postur prajurit TNI AD.
Baca juga: SOSOK Brigjen Edy Imran Dipilih Jenderal Andika Jadi Direktur Penindakan Jampidmil, Jadi TNI Pertama
"Pendidikan Pertama Prajurit TNI AD yaitu pendidikan untuk membentuk warga negara yang memenuhi syarat dan terpilih untuk menjadi Bintara TNI AD yang ditempuh melalui Pendidikan Dasar Keprajuritan," tuturnya
Melalui pendidikan ini siswa ditempa memiliki sikap mental dan kepribadian, intelektual, serta kesamaptaan jasmani guna melaksanakan tugas sebagai prajurit TNI AD yang miliki disiplin tinggi, kesemaptaan jasmani yang kuat serta tetap berjiwa Pancasila, Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit.
“Kunci utama dalam penyelesaian proses pendidikan pembentukan menjadi prajurit TNI AD adalah memiliki mental dan fisik yang tangguh serta prima guna menghindari terjadinya kecelakaan dalam latihan, kerugian personil dan materiil dalam pelaksanaan pendidikan," tutur Kapendam. (*)