Budaya Bali

Dendam Adalah Racun Penghancur Hati, Nitisastra Sebutkan Pentingnya Memaafkan Dalam Hindu

Dendam Adalah Racun Penghancur Hati, Nitisastra Sebutkan Pentingnya Memaafkan Dalam Hindu

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Guru Mangku Hipno (GMH) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejarah mencatat, memaafkan adalah jalan terbaik menuju sehat, sukses dan keberlimpahan dalam mencapai kehidupan bahagia.

Dendam adalah racun penghancur hati dan bagian terburuk dari rencana penghancuran masa depan diri sendiri.

Kitab Nitisastra ( II.6) mengajarkannya dalam arti kutipan yang berbunyi. Burung murai itu dihargai karena suaranya, wanita itu dipandang tinggi karena kesetiaan dan kehalusan budinya. Dalam semua ajaran- ajaran, gurulah yang paling berharga. Dalam hal memaafkanlah, ketinggian budi orang itu dapat dikagumi.

"Swami Vivekananda, memberi nasehat teramat manis bagi kedamaian hati, dengan menyebutkan aku tidak mengajarkan padamu untuk membalas dendam. Apa yang kupinta adalah untuk memupuk kekuatan dan keberanian. Pantaskah kita mengidam-idamkan pembalasan di dunia kita yang begini kecil ini?," ucap Guru Mangku Hipno, atau yang kerap disapa GMH, kepada Tribun Bali, Minggu 13 Februari 2022.

Lanjut ahli pengobatan Psikosomatik Anxiety ini, hidup sehari - hari jika dibandingkan dengan alam semesta hanyalah merupakan setitik kecil air di samudera maha luas. Hanya nyamuklah yang mengganggap titikan air kecil itu adalah seluas samuderanya yang tanpa batas dan merencanakan untuk membalas dendam.

"Memang membalas dendam haruslah dihindari, sedangkan memaafkan kesalahan orang lain haruslah dipupuk," tegas dosen UHN ini. Demikian pula kata Paulus, yang menyebutkan membuat kesalahan itu adalah sudah menjadi sifat manusia, tetapi memaafkan itu adalah sifat yang agung.

Buddha menganjurkan, dendam tidak bisa dihilangkan dengan dendam, kemarahan tidak dapat dihilangkan dengan kemarahan, sebagai halnya api tidak akan dapat dipadamkan dengan api."Tenggelamnya dendam akan disertai dengan terbitnya cahaya kedamaian," sebutnya.

Jika telah melakukan berbagai cara namun selalu gagal mengendalikan rasa marah, emosi, kemalasan, tekanan, kebencian, dendam, niat jahat, kebiasaan buruk, ambisi berlebihan. Itu menandakan (simbolikum) ada yang salah di area bawah sadar.

Dan salah satu cara terbaik menuntaskannya, adalah dengan mengikuti 'Terapi Pemurnian Diri (Soul Rekonstruksi)'. "Hanya dalam 15 menit semua masalah Anda akan menghilang selamanya dan akan tumbuh kesadaran dan kesabaran baru dalam jiwa anda," katanya. (ask)

Baca juga: Polisi Amankan Seorang Penyalahguna Narkoba di Karangasem, Barang Bukti Disimpan di Bungkus Rokok

Baca juga: Dituding Meninggalkan Bayi Kembarnya, Perempuan Asal Buleleng Sari Dewi Angkat Bicara

Baca juga: SHIN TAE-YONG Tidak Panggil Ilija Spasojevic ke Timnas, Teco Ungkap Alasannya: Saya Lebih Cocok

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved