Berita Bali

Masa Karantina untuk Wisman ke Bali Dikurangi, Stakeholder Pariwisata Sambut Baik

Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana menanggapi positif pasca pemerintah pusat memangkas masa karantina wisman

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ketua BTB Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana menanggapi positif pasca pemerintah pusat memangkas masa karantina wisman ketika berkunjung ke Bali.

Menurutnya, Pemerintah selama ini sudah melihat beberapa parameter. Di antaranya faktor kesehatan sudah mulai terkendali. 

"Terbukti BOR (bed occupancy rate) kita di Bali hanya 32 persen yang ICU. Untuk BOR 45 persen sudah menurun semua. Pemerintah pusat sudah akhirnya menurunkan masa karantina menjadi 2 malam 3 hari," ungkapnya pada, Selasa 15 Februari 2022. 

Baca juga: KASUS Covid-19 Hingga 14 Februari 2022 Menurun, Aturan Karantina dari Luar Negeri Dipotong

Ia tentunya sangat mengapresiasi langkah-langkah pemerintah, dengan mengurangi masa karantina untuk wisman menjadi salah satu kunci mendatangkan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Bali. 

Dikonfirmasi ditempat yang berbeda, Ketua Dewan Pengurus Daerah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (DPD ASITA) Bali, Putu Winastra juga mengungkapkan pendapatnya terkait pengurangan masa karantina untuk wisman. 

"Kami asosiasi menyambut baik dengan adanya penurunan masa karantina dan bakal dihapus. Kalau menurut saya anggaplah 1 April 2022 akan ada penghapusan karantina lebih bagus ada di official-kan sehingga kami di komponen pariwisata bisa benar-benar bergerak untuk melakukan sounding ke Luar Negeri," kata, Winastra. 

Selain itu jika hal tersebut terjadi ia juga akan melakukan komunikasi dengan partner atau agen pariwisata, juga pada Airlines di Luar Negeri agar dapat membuat jadwal terbang ke Bali. 

"Daripada sekarang aturannya begini terus dua minggu lagi berubah akan timbul keraguan. Justru yang kita harapkan, kita tidak mau sekarang aturan begini dan langsung siap. Justru kami harap ada prepation yang bagus."

Baca juga: Mulai Minggu Depan, Pelaku Perjalanan Luar Negeri yang Sudah Vaksin Booster Hanya Karantina 3 Hari

"Misalnya 1 April tidak akan ada lagi karantina. Official ini akan memberi kepastian dan jaminan kepada kami pelaku wisata untuk bisa bergerak," tambahnya. 

Formula booking bagi market Eropa terutama pada musim panas nanti, kebanyakan pattern booking untuk liburan harusnya sudah dimulai pada bulan Maret. 

"April masih ada waktu sehingga ada sebuah kepastian untuk mereka booking Juni, Juli, September, Agustus sehingga tidak terlambat kita antisipasinya. Selain itu juga masalah e-visa kita berharap ada semacam aturan yang lebih mudah sehingga tidak 'njelimet' orang meng-apply visa. Kalau menurut kami,kalau tidak ada visa on arrival tetapi visa bisa di apply wisman dari negaranya mereka bisa bayar langsung di sana tanpa melalui sponsor lokal," tandasnya. 

Ia juga memprediksikan, justru dengan kebijakan tersebut kunjungan pasti meningkat karena parneyr di Luar Negeri menyampaikan ketika masih ada karantina mereka tidak begitu tertarik menjual destinasi. Sedangkan destinasi lain sudah buka tanpa ada karantina. 

"Saya kira kesiapan Bali menerima wisman ditengah pandemi Covid-19 kami sudah sangat siap. Karena kita flasback bahwa implementasi prokes di Bali ini sangat luar biasa."

"CHSE sudah lebih dari 2 ribu industri. Vaksinasi di bali yang dosis pertama sudah 100 pesen. Kedua juga dan sekarang booster," jelasnya. 

Dengan artian parameter itu sudah dilampaui semuanya. Tentu ini memberikan herd imunity bagi masyarakat Bali juga tinggi. Sehingga Bali ini sudah sangat siap. 

"Kita sudah dua tahun lebih tidak mendapatkan apa-apa, sudah tidak ada income. Kita ini sudah bleeding, kalau boleh kita katakan, kita harus optimis terhadap situasi ini, negara lain sudah membuka dengan sesuatu yang lebih mudah, kenapa Bali mesti takut. So ada apa? Justru ini jadi pertanyaan," terangnya. 

Ia juga menyatakan buktinya di beberapa Negara sudah banyak turis datang misalnya di Phuket, dari tahun 2021 sudah banyak turus yang berdatangan.

Mereka juga mulai membuka destinasi pariwisata juga di beberapa kota. Ini mencerminkan ada kepenatan bagi orang-orang untuk melakukan perjalanan. (*) 

Berita lainnya di PPKM Level III

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved