Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Tanggapi Video Viral Bayar Retribusi di Kintamani, Petugas: 2 Hari Terakhir Kunjungan Wisatawan Naik

Karena secara tidak langsung pihaknya dibantu untuk mensosialisasikan bahwa pembayaran tiket retribusi ke Kintamani sudah kembali diberlakukan

Tayang:
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Tim Informasi Internal dan Eksternal e-tiket DTW Batur, I Putu Danta 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Viralnya video soal pembelakuan kembali retribusi masuk Kintamani, nyatanya tidak berdampak apapun terhadap jumlah kunjungan.

Justru kunjungan ke Kintamani semakin meningkat.

Hal ini dikatakan I Putu Danta selaku Tim Informasi Internal dan Eksternal e-tiket DTW Batur.

Ia justru bersyukur dengan viralnya video tersebut. Karena secara tidak langsung pihaknya dibantu untuk mensosialisasikan bahwa pembayaran tiket retribusi ke Kintamani sudah kembali diberlakukan.

Baca juga: Hendak Sembahyang, Dua Karyawati Toko Tertimpa Pohon Tumbang di Bangli

"Wisatawan nggak ada yang komplain, karena mereka sudah tahu bahwa di Kintamani ada retribusi lagi.

Dan mereka (wisatawan) pun nggak masalah dengan nominal Rp 25 ribu itu," ucapnya.

Kata Danta, sejak viralnya video tersebut, jumlah kunjungan malah semakin meningkat.

Terbukti dalam dua hari terakhir, terjadi peningkatan sebanyak sembilan orang.

"Tanggal 19 lalu total transaksi yang masuk sebanyak 177 orang. Sementara tanggal 20, hari ini, total transaksi sebanyak 186 orang. Itu kan artinya malah meningkat," ujarnya.

Danta juga menegaskan seluruh transaksi ini menggunakan e-ticketing. Sehingga uang yang dibayarkan wisatawan langsung masuk ke daerah.

 "Jadi pembayaran retribusi ini resmi," katanya.

Ditegaskan pula, bagi warga yang hendak sembahyang, sekadar lewat, pulang kampung, dan kegiatan non-wisata lainnya para petugas tidak mewajibkan retribusi.

"Justu petugas mengimbau agar masyarakat hati-hati, karena jalur ini cukup padat mengingat jalur provinsi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Bangli I Wayan Sugiarta mengatakan pihaknya sudah melaporkan soal viralnya video tersebut ke Bupati Bangli, dan sudah dilaksanakan rapat.

Baca juga: AJIK KRISNA Segera Bangun Sirkuit di Buleleng dan Bangli, Wagub Bali Beri Dukungan Penuh

"Pasti ada pro dan kontra. Namun karena ini merupakan amanat Perbup Bangli No 37 tahun 2019, maka retribusi tetap diberlakukan," ucapnya.

Sugiarta menambahkan jika penerapan retribusi ini masih ada salah persepsi. Yang seolah-olah setiap orang lewat akan dipungut.

 Dalam hal ini, pihaknya menegaskan yang dipungut adalah orang-orang yang tujuannya berwisata.

Disampaikan pula jika Bupati Bangli telah bersurat pada Gubernur Bali untuk mengalihkan jalur provinsi.

"Surat sudah dilayangkan ke pak gubernur untuk mengalihkan jalur provinsi.

Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti, agar jalur umum dan kawasan pariwisata bisa terpisah," ucapnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved