Human Interest Story

KISAH Chef yang Kini Berjualan Bebek Goreng, Berinovasi Demi Bertahan Saat Pandemi

Pandemi selama dua tahun lebih membuat Boni Rahadianto harus memutar otak.

(Tribun Bali/I Made Ardhiangga).
SAJIKAN - Boni saat menyajikan bebek goreng andalannya ke pembeli di kawasan peken Ijogading Kecamatan Jembrana, Jembrana, Senin (21/2). 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA-  KISAH Chef yang Kini Berjualan Bebek Goreng, Berinovasi Demi Bertahan Saat Pandemi.

Pandemi selama dua tahun lebih membuat Boni Rahadianto harus memutar otak.

Hal itu setelah dia diputus kontrak dari kerjaannya sebagai chef di salah satu kafe kelas wahid di Tibubeneng, Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Boni kemudian memutuskan pulang kampung ke Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.

Kini ia memulai bisnis kuliner bebek goreng dengan ciri khas perpaduan rasa Surabaya dan Madura.

Ketika ditemui di lapak miliknya di areal parkir peken atau pasar Ijogading, Kecamatan Jembrana, Boni mengaku pilihan membuka usaha sendiri ini karena pemutusan kontrak dari salah satu kafe “bintang lima” di kawasan Canggu Tibubeneng Badung.

Baca juga: Empat Pengguna Narkoba Dibrangus Polresta Jembrana, Teranacam Hukuman di Atas 5 Tahun Bui

Baca juga: 7 ZODIAK BERNASIB Hoki Selasa 22 Februari 2022, Aries Kreatif, Scorpio Sukses, Leo Sangat Optimis

Baca juga: SHIO BERNASIB Mujur 21-27 Februari 2022, Shio Babi Populer, Shio Ayam Hasilkan Banyak Uang

Baca juga: TERMASUK Menurunkan Kolesterol & Lawan Racun, Ini 5 Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan

Pihak manajemen kafe tidak sanggup lagi menggajinya setahun lalu.

Karena itu, dia berpindah ke kampung halaman untuk membuka kuliner lalapan bebek goreng dan ayam kampong yang sudah dijalaninya sejak tujuh bulan terkahir.

“Ini sudah jalan tujuh bulan. Sebelumnya, saya kan di kafe tersebut, tapi end kontrak. Sempat saya bertahan di Denpasar, enam bulan. Tapi terus memutuskan buka sendiri saja di kampung istri di Desa Pulukan,” ucap pria asal Surabaya Jawa Timur tersebut, Senin (21/2).

Awal membuka sendiri, dilakukan di lahan milik mertuanya di Desa Pulukan.

Pilihan bebek goreng dan lalapan ayam kampung karena di wilayah Jembrana mulai dari Gilimanuk hingga Pekutatan cukup sepi orang berjualan jenis kuliner, terutama bebek.

Dan ayam kampung menjadi menu pilihan kedua, sedangkan bebek ialah menu utama.

Karena daya beli masyarakat yang kurang tinggi di daerah pinggiran ( Desa Pulukan), maka ia memilih untuk di Pasar Ijogading (pusat Kota Jembrana).

Dan menu bebek yang memadukan ciri khas rasa Surabaya dan Madura pun laris manis selama beberapa bulan terakhir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved