Berita Karangasem

Harga Kedelai Naik, Permintaan Tempe di Karangasem Menurun

Harga Kedelai Naik, Permintaan Tempe di Karangasem Menurun, Berikut Artikel Selengkapnya

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
Harga Kedelai Naik, Permintaan Tempe di Karangasem Menurun 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Harga Kedelai Naik, Permintaan Tempe di Karangasem Menurun

Pedagang tempe di sekitar Pasar Amlapura mengeluh lantaran harga kedelai per kilogram mengalami peningkatan.

Harga yang semula Rp6.800 meningkat jadi Rp12.000 per kilogram.

Peningkatan terjadi semenjak beberapa minggu terakhir ini.

Zohriah, pedagang tempe dan tahu mengatakan, hampir sebagian pengusaha dan pedagang mengeluhkan kenaikan harga yang mencapai 80 persen.

Baca juga: Hujan Angin Melanda Karangasem, Beberapa Titik di Kota Amlapura Digenangi Banjir

Kenaikannya tiba-tiba, sehingga pengusaha dan dagang tempe kaget.

Kondisi ini pun berpengaruh ke penjualan tempe tahu.

"Pengusaha dan pedagang tempe kesusahan menjual barang dagangannya dengan harga seperti sekarang.

Makanya pedagang banyak yang dilema dengan ini," kata Zohriah ditemui di Pasar Amlapura Timur, Kamis 24 Februari 2022 siang.

Akibat meningkatnya harga kedelai, penjualan turun lantaran harga perbungkus juga naik.

Biasanya per hari terjual 100 bungkus tempe, tetapi sekarang hanya terjual 50 - 60 bungkus tempe.

Banyak pengusaha serta pedagang mengurangi pembuatan tempe lantaran sisa banyak.

"Harga tempe per bungkus variatif. Ukuran yang kecil harga Rp3.000, sekarang naik jadi Rp4.000.

Sedangkan yang berukuran besar harga Rp6.000 naik jadi Rp7.000 per bungkus,"kata Zohriah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved