Berita Badung
Melasti Desa Adat Kuta Dibatasi Hanya Mengikutsertakan 9 Pura Parasanak
Untuk tahun ini kita hanya melibatkan 9 parasanak yang hadir," ujar Wasista, Senin 28 Februari 2022 petang disela pelaksanaan melasti di Pantai Kuta
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pelaksanaan upacara Melasti di desa adat Kuta untuk tahun ini dibatasi hanya mengikutsertakan 9 pura parasanak hal tersebut dilakukan guna membatasi peserta.
Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista mengatakan untuk tahun ini melasti dilaksanakan seperti biasa, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan dan mengurangi daripada pratima yang mengikuti.
"Kalau 2 tahun lalu sebelum pandemi itu ada 26 parasanak yang ikut disamping juga ida khayangan tiga.
Untuk tahun ini kita hanya melibatkan 9 parasanak yang hadir," ujar Wasista, Senin 28 Februari 2022 petang disela pelaksanaan melasti di Pantai Kuta.
Baca juga: Besok,Sekaa Teruna yang Mengarak Ogoh-ogoh di Badung Akan Jalani Tes Swab, Jika Positif Wajib Isoter
Hal tersebut dilakukan berpijak pada Keputusan Gubernur Bali dan MDA Bali sehingga pelaksanaan pemelastian di Pantai Kuta diperbolehkan.
Protokol kesehatan yang diterapkan mulai dari seluruh peserta diwajibkan memakai masker selama kegiatan, pembatasan parasanak yang mengikuti kemudian selesai persembahyangan semuanya kembali pulang.
Sementara untuk pratima dan kahyangan tiga yang ngampok baru mengikuti sampai mepeed dan untuk pelaksanaan pemelastian seperti biasanya.
"Pelaksanaan upacaranya seperti biasa tahun lalu nunas tirta ring segara, nanti ada pelaksanaan di depan bale agung itu ada penyamblehan kucit butuan.
Lalu para parasanak dan ida khayangan tiga melinggih selama dua hari," jelas Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista.
Jadi nanti saat pengerupukan itu ida betara caturan ngelebar sehingga pelaksanaan metawur catur ring perempatan itu dilaksanakan kurang lebih pukul 16.00 Wita.
Umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 pada Kamis (3/3/2022) mendatang.
Hari Raya Nyepi memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan.
Mengutip situs Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, makna Nyepi adalah sebagai hari keheningan, mendoakan, dan menyerukan terwujudnya kedamaian.
Tujuan Nyepi adalah untuk beryadnya (berkurban) mendoakan dunia guna tercapainya kedamaian di alam semesta.
Baca juga: Dinkes Badung Siapkan Diri untuk Swab Seka Teruna yang akan Lakukan Pawai Ogoh-Ogoh
Sementara itu, Andriansyah dalam buku Kemeriahan Pesta Adat Bali (2021), menuliskan bahwa Hari Raya Nyepi dirayakan sebagai pergantian Tahun Baru Caka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-rangkaian-pemelastian-di-pantai-kuta-senin-2822022-sore.jpg)