Berita Nasional

Wacana Pemilu 2024 Ditunda Muncul, PDIP dan JK Tegas Tolak, Sebut Cederai Konstitusi

Wacana Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 ditunda semakin berhembus kencang.

Tribun Bali/Ragil Armando
Partai PDIP tegas tolak wacana penundaan Pemilu 2024 

TRIBUN-BALI.COMWacana Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 ditunda semakin berhembus kencang.

Diketahui, wacana penundaan pemilu 2024 tersebut diusulkan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Wacana tersebut pun mendapat berbagai tanggapan dari berbagai pihak tak terkecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP).

Menurut Masinton Pasaribu, anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan mengatakan wacana tersebut sama saja melanggar konstitusi.

Lebih lanjut, ia menegaskan PDIP menolak usulan penundaan pemilu.

Baca juga: Oknum Perwira Polri Pangkat AKBP Ditahan, Diduga Merudapaksa Siswi SMP

Baca juga: Jelang Pesta Demokrasi 2024, Airlangga: Golkar Bertekad Kuningkan Pulau Sumatera di Pemilu 2024

Baca juga: Kunjungi Pulau Dewata, Presiden PKS Ajak Tokoh Masyarakat Bali Jadi Caleg di Pemilu 2024

Termasuk penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

Sikap PDIP ini sejalan dengan pernyataan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri, soal komitmen bernegara.

"Kami dari berbagai pembekalan pengarahan yang disampaikan oleh Ibu Megawati, jauh sebelumnya, beliau selalu menekankan pentingnya komitmen bernegara,” dikutip Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com pada Selasa 1 Maret 2022 dalam artikel berjudul PDIP Tegas Tolak Wacana Penundaan Pemilu, Singgung soal Pernyataan Megawati.

"Yakni kepatuhan kepada konstitusi dan perundang-undangan."

"Kalau di situ saya berpandangan Ibu Mega itu orang yang memegang teguh hal-hal yang prinsip dan nggak bisa ditawar-tawar dalam konteks itu."

"Terkait dengan adanya usulan untuk melakukan penundaan Pemilu atau segala macam, nah prinsipnya kalau PDIP Perjuangan menolak," tegas Masinton dikutip dari tayangan Kompas TV, Senin 28 Februari 2022.

Jusuf Kalla Tolak Wanca Pemilu Ditunda

Senada dengan PDIP, Jusuf Kalla (JK) Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu pun menolak wacana pemilu 2024 ditunda.

“Pemilu diundur itu tidak sesuai konstitusi, Iya, tidak setuju,” tegas JK saat ditemui pada Peringatan Satu Abad Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), di Jakarta, Senin 28 Februari 2022 seperti dikutip Tribun-Bali.com dari Kompas.tv pada Selasa 1 Maret 2022 dalam artikel berjudul Soal Penundaan Pemilu, Jusuf Kalla: Kalau Tidak Taat Konstitusi, Negeri Ini Akan Ribut.

JK mengatakan seluruh elemen bangsa harus taaat pada konstitusi.

Karena konstitusi sudah mengamanatkan pemilihan umum digelar lima tahun sekali, maka menurut JK hal itu harus dipatuhi.

“Sebagai bangsa, sebagai rakyat kita taat konstitusi. Konstitusi mengatakan (pemilu) lima tahun, yah lima tahun,” ujarnya.

Baca juga: KABAR BAIK, Pemerintah Siapkan Protokol dari Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Baca juga: Pemilu Serentak 2024 akan Digelar Tepat di Hari Valentine, KPU Jembrana Lakukan Sosialisasi Hari Ini

Baca juga: Temui Bawaslu, BIN Daerah Bali Siap Beri Dukungan Intelijen Awasi Dunia Maya di Pemilu Serentak 2024

 

Menurut JK, jika ketentuan konstitusi tersebut dilanggar, yang bakal terjadi adalah keributan.

“Kalau kita tidak taat konstitusi maka negeri ini akan ribut,” tukas JK yang juga merupakan ketua Dewan Masjid Indonesia ini.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengklaim banyak yang setuju dengan usulan penundaan Pemilu 2024.

Menurut Muhaimin, klaim tersebut didasarkan atas analisa big data perbincangan di media sosial.

Berdasarkan analisa big data, dari 100 juta akun di media sosial, sebanyak 60 persen mendukung dan 40 persen menolak penundaan pemilu.

"Big data mulai jadi referensi kebijakan dalam pengambilan keputusan," kata Muhaimin, Minggu 27 Februari 2022.

Menurutnya, kini big data menjadi dasar pengambilan sikap bergeser dari sebelumnya mengacu pada survei.

Peralihan terjadi karena survei hanya memotret suara responden pada kisaran 1.200-1.500 orang saja, sementara responden big data bisa mencapai 100 juta orang.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved