Berita Gianyar

Truk Molen Jatuh ke Jurang di Blahbatuh Gianyar, Sopir Selamat

Sebuah truk molen yang akan melakukan pengecoran jalan swadaya di Blahbatuh Gianyar, jatuh terperosok ke jurang sekitar 15 meter

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Sebuah truk molen yang akan melakukan pengecoran jalan swadaya di Perumahan Griya Swakarsa Mandiri (GSM) Kaja, Banjar Tojan Tegal, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, jatuh terperosok ke jurang sekitar 15 meter, Minggu 6 Maret 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR -  Truk Molen Jatuh ke Jurang di Blahbatuh Gianyar, Sopir Selamat.

Sebuah truk molen yang akan melakukan pengecoran jalan swadaya di Perumahan Griya Swakarsa Mandiri (GSM) Kaja, Banjar Tojan Tegal, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, jatuh terperosok ke jurang sekitar 15 meter, Minggu 6 Maret 2022 sekitar pukul 08.30 Wita.

Dimana jurang tersebut tepat berada di bawah truk molen akan mulai melakukan pekerjaan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 

Sopir truk, Samsul Arifin (41) hanya mengalami luka jaritan di pelipis dan paha.

Baca juga: Pemuda di Sukawati Gianyar Ganti Ogoh-ogoh Gara-gara Kabel

Pantauan Tribun Bali di lokasi, truk tersebut masih dalam posisi telentang di dasar jurang, dengan kondisi semen masih berada di dalam molen.

Dimana saat itu, belum ada tindakan evaluasi terhadap truk tersebut. 

Sementara si sopir, saat itu telah pulang ke rumah, setelah sebelumnya dibawa berobat ke klinik setempat oleh warga perumahan. 

Warga perumahan, Budi mengatakan, saat kejadian berlangsung, ia bersama warga perumahan sedang berada di TKP.

Rencananya akan melakukan kegiatan gotong royong pengecoran jalan masuk perumahan yang lokasinya tepat berada di TKP.

Saat itu, pengecoran rencananya akan menggunakan semen yang dibawa truk molen tersebut. 

Namun ketika pekerjaan akan dimulai, tiba-tiba truk tersebut terperosok ke bawah jurang.

"Kami panik, semua panik. Karena mengira sopirnya tidak selamat. Syukur sopir selamat. Tadi sudah dibawa ke klinik, dia mengalami  luka jaritan di pelipis dan paha. Memang ada darah di wajah, tapi sopir mengatakan tidak apa-apa. Sekarang sopir sudah pulang," ujar Budi. 

Ketua RT Perumahan GSM Kaja, Suroto juga mengatakan hal demikian.

Kata dia, truk molen tersebut merupakan milik Harapan Jaya Beton yang pihaknya percayakan untuk pengecoran jalan di lingkungan perumahan ini.

Baca juga: Banyak Kabel Melintang, Pemuda di Sukawati Gianyar Batal Ngarak Ogoh-ogoh

Kata dia, sebelum kejadian tersebut berlangsung, truk molen dari perusahaan tersebut sudah sering melakukan pengecoran di wilayahnya.

"Truk ini sudah sering masuk ke sini untuk melakukan pengecoran. Mungkin karena kemarin turun hujan, sehingga jalan tersebut menjadi labil, dan mungkin karena terlalu berat juga. Itu truknya masih penuh, karena sama sekali belum ada yang diturunkan, baru akan mulai menurunkan  semen," ujarnya.  

Suroto mengatakan, pasca kejadian ini, pengecoran jalan utama perumahan tetap dilangsungkan. 

Sebab, pihaknya telah menandatangani kontrak dengan perusahaan semen tersebut. 

Selain itu, kondisi jalan masuk perumahannya juga memang sudah harus diperbaiki, lantaran kerusakannya sudah sangat parah.

"Pengecoran tetap dilakukan, kami sudah kontak dengan perusahaan semennya," ujarnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved