Berita Gianyar
Pemkab Gianyar Bali Uji Coba Tanam Padi Gogo, Tak Perlu Air Irigasi
Pihaknya akan mengembangkan pertanian di Gianyar dengan menghadirkan padi gogo. Saat ini, kata dia, sedang dalam proses uji coba.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Padi gogo merupakan salah satu padi dengan kandungan nutrisi yang melimpah, mulai dari karbohidrat, protein, serat, mineral, lemak, dan vitamin dalam bijinya.
Namun hanya bisa dipanen setahun sekali, tidak seperti pada padi biasa yang bisa panen tiga kali dalam setahun.
Akan tetapi, padi jenis ini tidak membutuhkan banyak air, ia bisa tumbuh laiknya tanaman bunga yang hanya hidup mengandalkan air tanah hujan.
Mengingat nutrisinya yang terkandung dalam padi ini sangat baik, sehingga Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar melakukan uji coba penanaman ini, dengan mengambil lokasi di Subak Abian Warna Lestari, Desa Tegalalang. Luas tanam padi Gogo ini mencapai 1,35 hektar.
Baca juga: Petani Diminta Waspada Ancaman Cuaca Ekstrem di Bali, Gunakan Varietas Padi yang Sesuai dengan Musim
Pejabat Fungsional Pengawas Benih Tanaman Distannak Gianyar, Gusti Ayu Sugitarina Oka, Selasa 30 September 2025 menjelaskan, bahwa target tanam padi di tahun 2025 seluas 23.576 hektar sudah tercapai dua pertiga, yaitu 14.866 hektare.
"Lagi sepertiga target tanam nanti di akhir tahun pada masa tanam padi ketiga," jelasnya.
Pihaknya akan mengembangkan pertanian di Gianyar dengan menghadirkan padi gogo. Saat ini, kata dia, sedang dalam proses uji coba.
Jika hasil produksi bagus dan berdampak pada nilai ekonomi, maka pihaknya akan mendorong petani lainnya untuk menanamnya.
"Penanaman padi Gogo ini dilakukan pada 1 Agustus lalu dan diperkirakan panen 7 bulan ke depan. Harga jualnya rata-rata per kilonya Rp 45.000 per kg," ujarnya.
Gusti Ayu Sugitarina mengatakan, pertanian padi gogo paling bagus dilakukan oleh petani di Gianyar Utara, terutama yang selama ini memanfaatkan lahannya untuk perkebunan. Sebab padi jenis ini tidak membutuhkan air irigasi.
"Kami harap petani di Gianyar Utara bisa memanfaatkan peluang ini dengan menanam padi gogo di sela-sela tanaman jeruk atau apokat. Selain tidak boros air, padi Gogo relatif lebih tahan terhadap penyakit," ujarnya.
Penanaman padi Gogo ini juga mendapat dukungan dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Bali.
Dengan penanaman ini, petani dapat mengisi lahan dengan tanaman yang tidak berumur panjang seperti kencur, jahe, bunga, melon, atau jagung, sehingga memberi nilai tambah terhadap lahan pertanian. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pemkab-Gianyar-Bali-saat-lahan-untuk-menanam-bibit-padi-gogo.jpg)