Serba Serbi
Hari Ini Dewasa Ayu untuk Menikah dalam Hindu Bali, Berikut Penjelasannya
Dimana nenek moyang, sudah menuangkannya dalam wewaran yang memperlihatkan hari baik dan buruk dalam melakukan segala sesuatu di dunia ini
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
"Tak terkecuali saat Purnama, Tilem, dan Prewani harus pula dihindari untuk upacara pernikahan," tegas beliau.
Lanjut sulinggih yang dulu aktif di dunia pariwisata ini, bahwa ada disebut dengan ketekan ring warga. Ada urip (usia) wewaran.
Kemudian pertemuan urip wewaran, pertemuan wuku, pengunyan wuku, penanggal pangelong, dina dan masih banyak lagi.
"Itu semua adalah hitungan wariga, dan dibutuhkan pelajaran khusus untuk wariga, dan tentu saja itu tidak semudah ilmu pasti atau eksakta," sebut beliau.
“Hal ini sama saja dengan ilmu Yyotisa, seperti yang termuat dalam Weda Smrti" ujar beliau.(*)