Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Human Interest Story

Kisah Wayan Artana, 20 Tahun Lumpuh dan Kini Dihantam Pandemi Tapi Tetap Semangat Menganyam Bambu

Begitulah yang dialami oleh Wayan Artana, 54 tahun, warga Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo Jembrana

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Artana saat membuat anyaman bambu, di rumahnya Senin 7 Maret 2022. 

Menurut dia, bahwa pandemi saat ini berdampak pada pemasaran dan orderan kerajinan anyaman bambu.

Biasanya pengepul rutin datang dan memesan produknya namun sejak pandemi pesanan sangat jauh berkurang. Selain itu mereka juga kehabisan modal usaha.

Karena bambu harus dibeli. Dimana membeli di pohon satu lonjor bambu Rp 10 ribu. Belum lagi biaya mencari tenaga untuk menebang dan mengangkut.

“Ya kadang modal kami kurang. Untuk kehidupan sehari-hari juga pas-pasan,” ungkapnya.

Tak hanya dirinya, sambungnya, akibat pandemi anak lelakinya juga terdampak dan kini menjadi buruh.

Kalau anak perempuannya dua orang sudah menikah semuanya. Sedangkan untuk sehari-hari maka dirinya hanya bisa bertahan dengan membuat semampunya.

Ketika ada modal membeli bambu maka dirinya akan bekerja. Dan nantinya akan dikumpulkan. Sehingga, ketika ada pengepul datang maka barang sudah siap.

“Kami berharap pandemi segera berlalu sehingga semua sektor usaha bisa kembali normal," harapnya.

Terkait sakitnya, Artana mengaku sudah pasrah karena sejak pertama sakit dia sudah berusaha melakukan berbagai macam pengobatan namun tidak ada hasil dan kakinya masih lemah.

“Saya pasrah. Karena sudah berbagai macam pengobatan dilakukan namun tidak ada hasil dan kaki lemah,” bebernya. (*)

Artikel lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved