Human Interest Story
Kisah Wayan Artana, 20 Tahun Lumpuh dan Kini Dihantam Pandemi Tapi Tetap Semangat Menganyam Bambu
Begitulah yang dialami oleh Wayan Artana, 54 tahun, warga Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo Jembrana
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dampak pandemi memanglah luar biasa. Perekonomian di Bali morat-marit.
Begitulah yang dialami oleh Wayan Artana, 54 tahun, warga Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo Jembrana.
Ditambah lagi kondisi fisiknya yang mengalami kelumpuhan.
Namun, itu tidak membuat Artana berpasrah diri, ia tetap menganyam meskipun saat ini pesanan tidak sebanyak saat kondisi normal.
Baca juga: Pedagang Tak Mau Jual Migor Lagi, Harga Bumbu Dapur Melambung Sebelum Nyepi di Jembrana
Artana mengalami kelumpuhan sejak 20 tahun belakangan.
Ia pun tidak berpasrah diri dan tetap berusaha menganyam, apalagi kondisi yang sulit di masa pandemi.
Bahkan, sebelum pandemi semangat itu dipupuk karena melihat anak-anaknya yang harus mendapat pendidikan yang layak. Akhirnya secara otodidak dirinya bisa membuat anyaman bambu.
Bapak tiga anak ini mengaku, bahwa 20-tahunan lalu, tiba-tiba saja kakinya tidak bisa digerakkan.
Segala macam bentuk pengobatan sudah dilakukan namun tidak ada hasil.
Setiap hari ia hanya bisa bengong. Bahkan, sudah mengklaim bahwa hidupnya berakhir.
“Saya sempat down. Tapi saya lihat anak-anak waktu itu masih kecil, jadi harus bangkit. Apa yang bisa saya kerjakan maka saya kerjakan,” ucapnya Minggu 7 Maret 2022.
Suami Ni Made Antarini itu mengaku, bahwa dirinya belajar membuat anyaman seperti kurungan ayam, besek, keranjang banten dan model lainnya secara otodidak.
Beruntung istrinya merupakan istri yang siap sedia membantu.
Dimana dirinya yang membuat kemudian dipasarkan oleh istrinya. Karena konsisten membuat, maka akhirnya pengepul yang datang untuk mengambil barang dagangannya.
Baca juga: Capaian Vaksinasi Booster di Jembrana Baru 13,94%, Targetkan 1.200 Orang Per Kecamatan
“Tapi ya belakangan agak seret,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/artana-saat-membuat-anyaman-bambu-di-rumahnya-senin-7-maret-2022.jpg)