Berita Bali
Selain PMI Ukraina, BP2MI Akan Susun Kepulangan PMI di Rusia
Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, berdampak pada pulangnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di dua negara tersebut.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, berdampak pada pulangnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di dua negara tersebut.
Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Denpasar, Wiam Satryawan menyatakan sebanyak 26 orang PMI Ukraina asal Bali ini akan tiba di Bandara Ngurah Rai, malam nanti.
"Dari 26 orang ini, 24 orang di antaranya sudah berhasil dihubungi keluarganya dan akan dijemput di Bandara langsung dan akan kami serah terimakan di bandara. Ada dua orang yang karantina dijemput maka kita antar kan di rumah saudaranya yang kebetulan tinggal di Kota Denpasar," jelasnya Senin 7 Maret 2022.
Baca juga: Usai Karantina, 26 PMI Bali dari Ukraina Akan Tiba di Bandara Ngurah Rai Senin Malam Ini
Berikut rincian asal daerah 26 PMI Ukraina yang berasal dari Bali.
Sejumlah 4 orang dari Denpasar, 5 orang dari Tabanan namun 2 dari 5 orang tersebut masih dikarantina jadi yang landing nanti terdapat 3 orang, Karangasem 4 orang, Gianyar 3 orang, Buleleng 7 orang, Badung 3 orang dan Bangli 2 orang.
"Untuk dua orang yang belum bisa kembali ke Bali berdasarkan prosedur standar 7 hari dari minggu kemarin akan dites ulang PCR jika memang sudah negaif akan dipulangkan pada kesempatan pertama," tambahnya.
Baca juga: PMI yang Bekerja di Ukraina Tiba di Jakarta, BP2MI Denpasar Lakukan Pendataan dengan Disnaker
Ketika dua orang PMI asal Bali tersebut seusai menjalani karantina, BP2MI Bali akan kembali dihubungi terkait pemulangannya.
Sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang bertanya keberadaan anggota keluarganya yang masih ada di Ukraina.
Dan nantinya jika situasi didua Negara tersebut sudah kondusif mungkin mereka akan kembali memberangkatkan beberapa PMI.
"Karena kita dilarang menempatkan PMI ke negara berkonflik. Ini percis dengan PMI Suriah. Jadi kalau negaranya konflik duluan kita tutup, kalau PMI sudah ada di sana dan negaranya konflik PMI-nya yang susah."
"Dan tentunya ada (rencana penjemputan PMI di Rusia) kan yang konflik Rusia dan Ukraina. Yang artinya tidak kondusif di dua negara tersebut," sambungnya.
Baca juga: Puluhan PMI Bali yang Bekerja di Ukraina Tiba di Indonesia, Saat Ini Jalani Karantina di Jakarta
Gubernur Bali, Wayan Koster sudah mencanangkan bahwa PMI yang berangkat dari Bali harus yang formal.
Jenis PMI ada dua yakni informal dan formal di sini informal bekerja pada pengguna perseorangan contohnya ART. Dan untuk PMI formal adalah PMI yang bekerja di perusahaan berbadan hukum. (*)
Berita lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-upt-bp2mi-wilayah-bali-wiam-satriawan.jpg)