Serba Serbi
Sejarah Evolusi Agama Hindu dari Mahenyodaro dan Harrapa
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, beberapa waktu lalu memberikan materi dalam sebuah pertemuan daring,
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Bahkan dengan memvisualkan Weda itu sendiri.
Agar masyarakat tahu apa sebenarnya inti dari mantra-mantra pujaan tersebut.
Sehingga pada zaman Brahmana ini, timbullah konsep-konsep yang disebut dengan bebantenan (upakara).
Sehingga bebantenan atau sarana upakara ini, memiliki arti, fungsi, dan makna yang sangat tinggi karena berhubungan dengan ketuhanan.
Oleh sebab itu, kata beliau, banten sangat penting dari zaman Hindu kuno hingga zaman modern saat ini.
Baca juga: Weda dari Ingatan Maharsi, Berikut Jenis-jenis Vedangga
“Sebab dengan banten itu, orang akan sembahyang dan merasa khyusuk, karena ada sesuatu sarana upakara yang memberikan vibrasi positif menyertai,” sebut beliau.
Pada zaman Karmakanda atau zaman Brahmana itu pula, timbul beberapa penafsiran-penafsiran.
Lanjut sulinggih yang juga mantan bendesa adat ini, Weda mengajarkan tentang kesetaraan manusia pula. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sejarah-evolusi-agama-hindu-dari-mahenyodaro-dan-harrapa.jpg)