Berita Denpasar
Dewan Nilai Pembangunan TPS3R dan TPST di Denpasar Hanya Memindahkan Masalah Saja
Dewan Nilai Pembangunan TPS3R dan TPST di Denpasar Hanya Memindahkan Masalah Saja
Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak tahun lalu, Pemkot Denpasar terus menggenjot pembangunan TPS3R dan TPST untuk menanggulangi masalah sampah di Kota Denpasar.
Hal ini dikarenakan volume sampah di Denpasar mencapai 800 hingga 850 ton per harinya.
Apalagi ada rumor yang mengatakan jika TPA Suwung akan segera ditutup.
Sehingga masalah sampah di Kota Denpasar perlu mendapat perhatian serius.
Namun pembangunan TPS3R maupun TPST ini dianggap bukan solusi yang tepat untuk penanggulangan masalah sampah.
Anggota Komisi III DPRD Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra mengatakan kebijakan Pemkot Denpasar dalam menangani sampah dengan membangun TPS3R maupun TPST belum maksimal.
Menurutnya hal ini hanya akan memindahkan masalah saja.
“Ujung-ujungnya nanti sampahnya akan dibawa ke TPA,” kata Susruta, Kamis 10 Maret 2022.
Ia pun menilai, jika pun sampah diproses menjadi pupuk organik memerlukan waktu yang cukup lama.
Setelah jadi, konsumennya juga belum begitu banyak sehingga hasil produksi menumpuk.
“Artinya, apa yang dilakukan di TPS3R maupun TPST belum maksimal dalam penanganan sampah di Denpasar ini,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Susruta pun menyarankan agar Pemkot Denpasar menggunakan incinerator dalam penanganan sampah.
“Teknologi ini menjadi keperluan yang sangat mendesak bagi Kota Denpasar. Karena Denpasar sebagai kota yang tidak memiliki lahan banyak untuk TPS, sedangkan produksi sampah cukup banyak,” katanya.
Incinerator merupakan salah satu alat pemusnah sampah yang dilakukan dengan pembakaran pada suhu tinggi dan terpadu, aman bagi lingkungan, pengoperasiannya mudah dan aman, karena keluaran emisi yang dihasilkan berwawasan lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ket-foto-ket-foto-sdsdasd.jpg)