Berita Tabanan

Banyak Kendala di PTS Hari Pertama, Sulit Sinyal Terjadi di Pupuan dan Baturiti

Kesulitan Sinyal dan Tak Ada Kuota Jadi Kendala PTS Hari Pertama *Sekolah Siapkan Sarana Untuk Siswa *Sulit Sinyal Terjadi di Pupuan dan Baturiti

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Harun Ar Rasyid
RSUP Sanglah
ILUSTRASI UJIAN - Salah-satu siswa menjalani ujian nasional di RSUP Sanglah, Senin (29/4/2019). 

TABANAN, TRIBUN BALI - Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) digelar mulai Senin 14 Maret 2022. Penilaian yang dilaksanakan secara daring melalui google form ini tak berjalan semulus rencananya. Sebab, di Kabupaten Tabanan sendiri masih menemui sejumlah kendala mulai dari kesulitan signal, rusalnya hp milik siswa hingga ada siswa yang taak memiliki kuota.

Menurut informasi yang diperoleh, sejumlah siswa terpaksa mengikuti PTS ini dengan cara lain atau tidak menggunakan google form. Sebab, sejumlah siswa ini mengalami kendala susah sinyal seperti di wilayah Kecamatan Pupuan.

Disisi lain, untuk sekolah yang lancar menggunakan format google form mengirimkan soal lewat link. Kemudian para siswa masuk melalui link tersebut untuk mengerjakan semua soalnya. Format ini bisa diakses melalui handphone ataupun laptop.

Baca juga: Marak Pengerukan Bukit, Semua Belum Kantongi UKL-UPL dan AMDAL

Baca juga: Maksimalkan Strategi Publikasi, DPRD Buleleng Kunjungi DPRD Bondowoso

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Terus Menurun, Sebanyak 48 Orang Sembuh

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Tabanan, AA Wahyuni menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan mengenai hari pertama pelaksanaan PTS di tingkat SMP. Dari laporan tersebut secara umum sudah berjalan lancar. Hanya saja, memang masih ada kendala kesulitan sinyal namun sudah diantisipasi oleh para guru dengan cara lain.

"Ada wilayah yang kesulitan sinyal tapi sudah diatasi oleh gurunya. Guru memberikan soalnya lewat aplikasi chat dalam bentuk atay format PDF. Kemudian setelah siswa selesai menjawab soal mengirimkannya lewat aplikasi tersebut," jelas AA Wahyuni, Senin 14 Maret 2022.

Dia menyebutkan, sejumlah wilayah yang kesulitan sinyal sehingga terkendala dalam pelaksanaan daring menggunakaan googrl form adalah wilayah Kecamatan Pupuan. Selain itu juga terjadi di beberapa wilayah di Kecamatan Baturiti.

"Tapi tang mengalami memang tidak banyak, hanya beberapa saja. Itu karena rumah mereka yang kesulitan sinyal," jelasnya.

Disinggung mengenai adanya siswa yang kesulitan mengikuti PTS karena berbagai faktor seperti rusaknya handphone, tidak punya kuota internet dan sebagainya sehingga tak bisa mengikuti penilaian secara daring, Wahyuni menyebutkan siswa yang bersangkutan tetap bisa mengikuti penilaian tersebut. Pihak sekolah sudah menyiapkan sarana yang bisa digunakan siswa agar tidak tertinggal.

"Memang ada yang mengalami kendala seperti hapenya rusak. Tapi kami dari pihak sekolah sudah menyiapkan sarananya. Siswa ysng bersangkutan datang ke sekolahnya dan mengikuti penilaian ini," tandasnya.

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved