Berita Denpasar

Kanim Ngurah Rai Akan Deportasi WN Nigeria Overstay Lebih dari 2 Tahun

Kanim Ngurah Rai Akan Deportasi WN Nigeria Overstay Lebih Dari 2 TahunKanim Ngurah Rai Akan Deportasi WN Nigeria Overstay Lebih Dari 2 Tahun

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Kanim Ngurah Rai Akan Deportasi WN Nigeria Overstay Lebih Dari 2 Tahun 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai akan melakukan pendeportasian terhadap seorang WNA asal Nigeria dengan nama Emmanuel Ebuka Amanambu.

Penindakan tersebut dilakukan karena yang bersangkutan melanggar pasal 78 ayat 3 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Berdasarkan cap yang tertera pada paspor tersebut, diketahui bahwa yang bersangkutan memasuki wilayah Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 23 Juli 2019 menggunakan visa indeks B211 dengan masa berlaku 30 hari," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, I Nyoman Gede Surya Mataram dalam keterangan tertulisnya Senin 14 Maret 2022.

Ia menambahkan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Inteldakim, yang bersangkutan terbukti melanggar pasal 78 ayat 3 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena memiliki izin tinggal yang telah berakhir lebih dari 60 hari.

"Terhadap yang bersangkutan dikenai proses pendetesian selama menunggu proses deportasi," tegas Surya Mataram.

Baca juga: Jalur Pedestrian di Penelokan Bangli Akan Ditata Sepanjang 4,5 Kilometer

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pihak Satgas Covid Bandara I Gusti Ngurah Rai, KKP Bandara I Gusti Ngurah Rai, PT. Angkasa Pura II (Persero) serta para pihak yang telah membantu dalam proses penangkapan WNA tersebut.

"Jajaran Imigrasi Ngurah Rai berkomitmen untuk menegakkan peraturan keimigrasian dan mengimbau kepada masyarakat apabila mengatahui adanya pelanggaran keimigrasian oleh WNA untuk dapat melaporkan kepada pihak Imigrasi melalui kanal pengaduan resmi Imigrasi Ngurah Rai baik telepon, email, maupun media sosial," imbuh Surya Mataram.

Pengungkapan pelanggaran keimigrasian yang bersangkutan berawal dari Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mendapatkan informasi dari masyarakat.

Informasi tersebut disampaikan bahwa ada seorang WNA akan melakukan perjalanan domestik rute Jakarta-Denpasar, menggunakan maskapai Lion Air JT3204 yang diduga menggunakan hasil tes PCR palsu dan izin tinggal keimigrasian yang meragukan.

Bidang Inteldakim kemudian berkoordinasi dengan Seksi Pemeriksaan II Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk menindaklanjuti informasi terkait WNA tersebut kepada pihak maskapai.

"Dari pemeriksaan oleh pihak maskapai diperoleh informasi bahwa WNA tersebut memang benar terdaftar pada data manifest penumpang penerbangan Lion Air JT3204 (Jakarta-Denpasar) hari Sabtu tanggal 5 Maret 2022, namun pesawat tersebut batal terbang dengan alasan operasional dan dialihkan ke penerbangan Lion Air (JT16) yang diperkirakan mendarat pada pukul 17.00 WITA, paparnya.

Tim Inteldakim Imigrasi Ngurah Rai kemudian bergerak menuju bandara I Gusti Ngurah Rai dan melakukan koordinasi dengan petugas satgas covid terminal domestik, petugas KKP, dan petugas pengamanan bandara (Avsec) Angkasa Pura.

Tim kemudian menunggu kedatangan WNA tersebut di area kedatangan domestik.

Tim kemudian memperkenalkan diri, menjelaskan maksud dan tujuan serta mengamankan yang bersangkutan di area holding KKP.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved