Berita Bali

Soal Tudingan Proyek Jalan Tol Korbankan Lahan Hijau dan Pertanian, Begini Tanggapan Gubernur Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan bahwa dalam proyek jalan tol tersebut tidak akan mengorbankan ladang persawahan dan jalur hijau

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Gubernur Bali, Wayan Koster saat konferensi pers Digital Festival 2022 di Rumah Jabatan, Jayasabha, Denpasar, Selasa 15 Maret 2022 kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Proyek pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sebelumnya dikhawatirkan akan mengorbankan jalur hijau dan lahan pertanian di Bali.

Pasalnya, dari sepanjang luas 1.113,33 Ha ruas jalan itu disebut-sebut merupakan lahan hijau dan pertanian.

Terkait hal tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan bahwa dalam proyek jalan tol tersebut tidak akan mengorbankan ladang persawahan dan jalur hijau.

Bahkan, Koster mengungkapkan bahwa dalam proyek tersebut, dipastikan tidak akan mengganggu lahan pertanian.

Baca juga: Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk, Warga Minta Proses Ganti Untung Diselesaikan Sebelum Pembangunan

Bahkan, ia mengaku bahwa sebelum pembangunan pihaknya sudah menghitung terkait hal tersebut.

Sehingga dipastikan tidak ada subak yang terganggu, termasuk irigasi subak telah diperhitungkan dengan matang.

"Wahli tugasnya memang begitu. Tapi tugas saya membangun perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahwa pembangunan jalan tol, lahan iya, tapi tidak sebanyak itu. Itu data salah," tegasnya usai menggelar konferensi pers Digital Festival 2022 di Rumah Jabatan, Jayasabha, Denpasar, Selasa 15 Maret 2022 kemarin.

Ia menjelaskan bahwa total keseluruhan lahan yang terdampak dalam proyek jalan tol terdekat 1.100 Ha yang mayoritas lahan ladang, dan bukan lahan persawahan yang produktif.

Begitu juga dengan saluran irigasi subaknya, akan dibuatkan saluran khusus supaya tidak mengganggu pengairan yang ada.

"Total tanah yang terkena jalan tol 1.100 hektar, dan sebagian besar lahan ladang bukan sawah.

Subaknya tidak terganggu, karena nanti dibuatkan saluran khusus untuk subaknya. Supaya tidak mengganggu pengairan," tegas gubernur asal Buleleng ini.

Dalam kesempatan itu, Wayan Koster menegaskan semua proses pembangunan nanti sudah diperhitungkan dengan sangat matang.

Mengingat pembangunan jalan itu merupakan megaproyek yang melintasi tiga kabupaten, 13 kecamatan dan 58 desa atau kelurahan.

"Kita sudah memperhitungkan semua. Kita tidak bodo-bodo amat ngurus begini, kita kan sekolah," tandasnya.

Baca juga: Tabrakan Truk vs Truk, 2 Orang Tewas di Jalan Raya Gilimanuk-Singaraja

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved