Human Interest Story
Kisah Ratu Peranda Istri Panida Semasa Hidupnya, Mengayomi dan Bersahaja
Ida Ratu Peranda Istri Rai Panida lebar (meninggal dunia), pada 17 Maret 2022, pukul 11.30 Wita.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kembali lagi kabar duka menyelimuti Pulau Dewata.
Setelah Ida Ratu Peranda Istri Rai Panida lebar (meninggal dunia), pada 17 Maret 2022, pukul 11.30 Wita.
Bertepatan dengan Purnama Kadasa.
Ida Bagus K. Susena, sebagai perwakilan keluarga besar Gria Panida, memohon doa kepada umat Hindu di Bali dan Nusantara, agar ikut mendoakan mendiang yang telah mengabdikan hidupnya menjadi wiku ini.
Baca juga: KABAR DUKA, Penulis Cerita Lupus Hilman Hariwijaya Meninggal Dunia, Ini Profil Singkatnya
Ia pula memohon maaf, apabila semasa hidup mendiang sulinggih, ada kesalahan.
"Ida madiksa atau madwijati tahun 1970. Setelah peranda lanang lebar pada tahun 1973. Ida baru ngelinggihang Weda tahun 1980," sebut Gus Susena, yang juga Ketua Umum Puskor Hindunesia ini kepada Tribun Bali, Kamis malam.
Ida madiksa bersama Ida Peranda Gde Panida.
"Awalnya ida tidak mau ngalinggihang Weda, namun karena desakan sisya dan semeton Gria Panida, akhirnya beliau bersedia melalui proses pembelajaran yang cukup lama," sebut Gus Susena.
Ngalinggihang Weda ini, jelas dia, adalah mulai melantunkan puja mantra Weda untuk melakukan tugas ngelokapalasraya, atau muput yadnya," jelasnya.
Ratu Peranda Istri Rai Panida, adalah sosok wiku yang bersahaja dan pelayan umat yang tak mengenal lelah.
Beliau sangat mengayomi sisya beliau yang tersebar luas di berbagai tempat di Jembrana maupun yang sudah tinggal di luar Jembrana.
Sebagai seorang peranda istri, sosok feminisme sangat lekat, sebagai figur ibu dari keluarga besar Gria Panida.
"Bagi beliau tak ada sekat dan pembeda diantara kita, karena semua dianggap sama sebagai bagian dari anak keluarga Gria Panida. Layaknya Ibu Pertiwi yang menjadi milik seluruh kehidupan di bumi," ucapnya.
Ketajaman pikiran dan kecerdasan emosional serta kecerdasan spiritual beliau sangat tinggi.
Walau secara formal beliau tak memiliki pendidikan tinggi, namun kepiawaian beliau dalam melantunkan (nguncarang) mantra suci Weda tak ada yang menandingi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-ratu-peranda-istri-rai-panida.jpg)