Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

16 Bayi Komodo Berhasil Menetas di Bali Safari Park

Aktivitas vulkanis, gempa bumi, kerusakan habitat dan perburuan gelap diperkirakan penyebab utama menurunnya populasi Komodo

Tayang:
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa kiriman Bali Safari Park
Pertama Kali, 16 Bayi Komodo Berhasil Menetas di Bali Safari Park 

TRIBUN BALI.COM, GIANYARKomodo termasuk kadal terbesar di dunia yang memiliki habitat asli di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Satwa ini dapat ditemukan di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang dan Padar.

Saat ini, Lembaga Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memasukkan Komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan.

Aktivitas vulkanis, gempa bumi, kerusakan habitat dan perburuan gelap diperkirakan penyebab utama menurunnya populasi Komodo.

Baca juga: Komodo Masuk Daftar Merah Spesies Berisiko Punah

Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan bahwa Komodo masuk dalam spesies yang dilindungi.

 Di Bali Safari Park, Komodo merupakan salah satu satwa yang dirawat dan dikembangbiakkan untuk tujuan konservasi agar bisa mempertahankan kelestariannya di alam liar.

Membuahkan hasil pada bulan Maret 2022, Bali Safari Park berhasil menetaskan bayi-bayi Komodo.

Hal ini pun menjadi kabar menggembirakan sekaligus membanggakan karena Bali Safari Park merupakan lembaga konservasi satwa pertama di Bali yang berhasil mengembangbiakkan kadal besar ini.

 Bayi-bayi Komodo yang belum genap berusia 1 bulan kini masih dirawat secara intensif oleh tim Dokter Hewan Bali Safari Park.

“Saat ini kondisi anakan-anakan komodo dalam keadan sehat dan aktif. Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam 1 minggu.

Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan berat badan masing-masing anakan. Penimbangan berat badan dilakukan tiap 2 minggu sekali,” ujar drh. Yohana Kusumaningtyas dalam keterangannya, Kamis 24 Maret 2022.

Menetasnya bayi-bayi Komodo menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan Bali Safari Park, setelah sebelumnya sukses dengan kelahiran bayi Hyena, Zebra dan Hippo pada penghujung tahun 2021 kemarin.

Menurut Asisten Kurator Bali Safari Park, Ida Ayu Ari Janiawati ini merupakan keberhasilan pengembangbiakan komodo secara alami dan menjadi yang pertama di Bali.

"Bayi komodo yang baru lahir ini berjumlah 16 ekor, total jadi ada 24 ekor komodo di Bali Safari Park.

Baca juga: Nahas, Bocah 4 Tahun Digigit Komodo saat Main Sendirian, Tangan Sampai Putus

Menetasnya bayi-bayi komodo ini mulai terpantau keluar dari sarangnya 1 Maret 2022 lalu," ungkap Ayu Ari.

 Kesuksesan ini bisa menjadi bukti keseriusan Bali Safari Park menjadi lembaga konservasi terbaik di Bali.

"Semoga anakan komodo ini berkembang dengan baik dan komodo di Bali Safari Park dapat berkembang biak kembali”, imbuhnya.

Keberhasilan program konservasi tentunya juga terwujud berkat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat yang tidak pernah lelah dalam mendukung kegiatan konservasi satwa di Bali dengan berkunjung ke Bali Safari Park.

Diharapkan kedepannya bayi-bayi komodo ini dapat tumbuh dengan baik dan bisa segera bertemu dengan para sahabat satwa.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved