Berita Tabanan

Disdik Tunggu Instruksi Gubernur Terbaru, PTM 1 April 2022 di Tabanan Masih Belum Pasti

Disdik Tunggu Instruksi Gubernur Terbaru, PTM 1 April 2022 di Tabanan Masih Belum Pasti

istimewa
FOTO TIDAK TERKAIT BERITA. Suasana PTM penuh di SMP N 1 Banjarangkan, Senin 10 Januari 2022. Disdik Tunggu Instruksi Gubernur Terbaru, PTM 1 April 2022 di Tabanan Masih Belum Pasti 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Disdik Tunggu Instruksi Gubernur Terbaru, PTM 1 April 2022 di Tabanan Masih Belum Pasti.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan hingga saat ini masih belum memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk siswa yang rencananya digelar mulai 1 April 2022.

Sebab, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Pemprov Bali.

Secara umum, seluruh sekolah, terutama jenjang PAUD, SD, dan SMP sudah siap menggelar PTM.

Apalagi kondisi di Kabupaten Tabanan juga didukung dengan beberapa faktor.

Seperti kasus positif yang mulai melandai, vaksinasi dosis II untuk anak yang sudah tinggi, dan kesiapan prokes di seluruh sekolah.

"Tentunya kami sangat siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gusti Ngurah Putu Darma Utama saat dikonfirmasi, Selasa 29 Maret 2022. 

Menurutnya, belum pastinya pelaksanaan PTM pada 1 April 2022 mendatang karena pihak Disdik Tabanan sendiri belum memerima instruksi perubahan dari Instruksi Gubernur Nomo 192 tahun 2022 tentang penghentian pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

"Sekarang kita masih tunggu instruksi gubernur perubahannya. Perubahan instruksi 192 itu yang masih belum kita terima sampai sekarang dari pemprov," jelasnya. 

Disinggung mengenai kesiapan, mantan Kepala Dinas Perhubungan Tabanan ini menjelaskan, secara umum Kabupaten Tabanan sudah siap untuk menggelarnya.

Itu didukung beberapa faktor, seperti kasus positif yang mulai melandai, vaksinasi dosis II untuk anak yang sudah tinggi, dan kesiapan prokes di seluruh sekolah yang ada.

"Ketika sudah ada instruksi, tentunya seizin pimpinan kita akan ikuti dan laksanakan dengan baik. Sehingga anak anak sekolah juga tidak terlalu lama belajar secara daring dan bisa tatap muka," ungkapnya. 

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan juga memberikan penjelasan mengenai operasional angkutan siswa bernama trans serasi di Kabupaten Tabanan.

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan ini, pihaknya masih melihat kondisi saat ini.

Saat ini operasional angkutan siswa masih belum bisa dijalankan karena berbagai faktor seperti belum ada anggaran dan belum efektifnya (normal) kondisi di Tabanan.

"Karena ada pembatasan, kita lihat perkembangan kondisi kita di Tabanan juga. Dari Pak Bupati juga sudah mengatensi ini bagaimana nanti layanan angkutan siswa ini bisa diaktifkan kembali ketika situasi sudah normal kembali.

Karena kita ketahui bersama jika untuk angkutan siswa harus melakukan pembatasan-pembatasan," tandasnya belum lama ini.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved