Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Harga Telur Ayam di Tingkat Peternak di Bangli Naik Rp5.000 Per Krat

Harga Telur Ayam di Tingkat Peternak di Bangli Naik Rp5.000 Per Krat, Simak Artikel Selengkapnya

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Salah satu pegawai Nyoman Suparta saat mengambil telur ayam di peternakan di Kabupaten Bangli, Bali, Kamis 31 Maret 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Harga Telur Ayam di Tingkat Peternak di Bangli Naik Rp5.000 Per Krat.

Jelang bulan Ramadhan 2022, harga telur ayam perlahan namun pasti terus merangkak naik.

Harga tertinggi bahkan mencapai Rp 40 ribu per krat.

Rata-rata harga telur naik Rp 5 ribu per krat di tingkat peternak.

Salah satu peternak ayam petelur, I Nyoman Suparta menyebut, untuk telur besar dari semula Rp 35 ribu, kini menjadi Rp 40 ribu.

Baca juga: Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati Bangli atas APBD 2021, Transaksi Online Akan Digalakkan

Telur tanggung dari semula Rp 33 ribu menjadi Rp 38 ribu, dan telur kecil dari sebelumnya Rp 29 ribu menjadi Rp 34 ribu.

"Kenaikan harga ini memang lumrah terjadi saat memasuki bulan Ramadhan. Dan sudah terjadi sejak sepekan," ujarnya, Kamis 31 Maret 2022.

Walau demikian, Suparta mengaku kenaikan harga ini belum seberapa.

Sebab jika dibandingkan pada saat Natal dan Tahun Baru lalu, harga telur ayam bisa menembus Rp 50 ribu per krat. 

Jumlah populasi ayam petelur di peternakan Suparta sebanyak 15 ribu ekor.

Dari jumlah itu, ia bisa memproduksi telur sebanyak 400 krat atau 12 ribu butir telur per hari.

"Hasil produksi ini untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, serta dikirim ke daerah Nusa Tenggara Barat (NTB)," jelasnya.

Disinggung apa penyebab naiknya harga telur, peternak asal Banjar/Desa Pengiangan, Kecamatan Susut ini mensinyalir salah satu penyebabnya karena harga pakan yang tinggi.

Sebut saja konsentrat, dari yang harganya Rp 400 ribu per sak, naik menjadi Rp 410 ribu per sak.

Begitupula dengan harga jagung dari yang awalnya Rp5.200 per kilogram, kini menjadi Rp5.600 per kilogram.

"Oleh sebab itu kenaikan harga ini bisa menutup biaya operasional pakan," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved