Berita Buleleng

Kasus Terus Melandai, RSUD Buleleng Kurangi Ruang Perawatan Covid-19

RSUD Buleleng mengurangi jumlah ruangan untuk penanganan Covid-19. Ini dilakukan mengingat kasus terkonfirmasi di Bumi Panji Sakti semakin melandai. 

Ratu Ayu Astri Desiani
RSUD Buleleng saat ini hanya menyiagakan tiga ruangan untuk perawatan pasien Covid-19 bergejala kritis, berat dan sedang 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - RSUD Buleleng mengurangi jumlah ruangan untuk penanganan Covid-19.

Ini dilakukan mengingat kasus terkonfirmasi di Bumi Panji Sakti semakin melandai. 

Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha pada Jumat (1/4) mengatakan, sebelumnya pihaknya menyediakan 8 ruangan yang terdiri dari 120 bed untuk penanganan pasien Covid-19.

Namun mengingat kasus mulai melandai, saat ini hanya ada tiga ruangan yang disiagakan oleh pihaknya untuk pasien bergejala kritis, berat dan sedang.

dr Arya menyebut, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Buleleng berjumlah 13 orang.

Dimana 8 orang diantaranya suspek, sementara sisanya telah dinyatakan positif terkonfirmasi.

Melihat kasus terus melandai, pekan depan bahkan pihaknya berencana untuk mengurangi lagi satu ruang perawatan untuk pasien Covid-19. 

Baca juga: JADWAL Libur Bersama dan Tanggal Merah Idul Fitri 2022

Baca juga: SANKSI Administratif Akibat Telat Lapor SPT Bagi Wajib Pajak

Artinya, mulai pekan depan hanya ada dua ruangan yang disiagakan untuk penanganan pasien Covid-19.

Diantaranya ruang Lely khusus untuk perawatan intensif bagi pasien bergejala berat dan kritis.

Serta ruang Jempiring untuk pasien bergejala sedang.

"Jadi ruang-ruang yang sebelumnya digunakan untuk merawat pasien Covid akan kami kembalikan untuk perawatan pasien non Covid," jelasnya. 

Apabila kedepan kasus terkonfirmasi kembali melonjak, dr Arya menyebut pihaknya telah memiliki mitigasi yang kuat, berkat pengalaman lonjakan varian  Delta dan Omicron.

"Kami punya konsep fleksibilitas. Kalau ada lonjakan kasus lagi, dalam hitungan hari kami bisa membuka ruangan lagi untuk penanganan pasien Covid. Infrastruktur, rute, tenaga medis, sarpras dan oksigen selalu siap," terangnya. 

Meski kasus terkonfirmasi saat ini terus melandai, dr Arya mengaku belum dapat menyebut jika situasi saat ini telah menuju ke arah endemik.

"Kasus memang sudah melandai, namun yang menyatakan situasi sekarang itu endemik, tergantung kesepakatan Kemenkes. Lebih baik kita tetap siaga, dan menerapkan prokes," tutupnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved