Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Pembangunan Dermaga Desa Dan Kuburan Terunyan Ditarget Tuntas Tahun Ini

Pembangunan Dermaga Desa Dan Kuburan Terunyan Ditarget Tuntas Tahun Ini Keterangan foto:/istKeterangan foto:/istKeterangan foto:/ist

Tayang:
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Harun Ar Rasyid
ist
Kepala Dinas Perhubungan Bangli I Ketut Riang saat berada di Dermaga Desa Terunyan. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Bali menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 39 miliar lebih.

Anggaran tersebut digunakan untuk kelanjutan pembangunan tiga dermaga di Danau Batur, Kintamani.

Ada tiga lokasi kelanjutan pembangunan dermaga. Antara lain Dermaga Desa Terunyan, Dermaga Kuburan Terunyan, dan Dermaga Desa Kedisan.

Untuk kelanjutan pembangunan Dermaga Kuburan Terunyan dan Desa Terunyan, masing-masing dianggarkan Rp. 11,699 miliar dan Rp. 12,8 miliar.

Sementara kelanjutan Dermaga Kedisan dianggarkan Rp. 14,899 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Bangli, I Ketut Riang saat dikonfirmasi Senin 4 April 2022 membenarkan ihwal kelanjutan pembangunan dermaga itu.

Ia menyebut dengan anggaran yang tersedia saat ini, untuk pembangunan dermaga di Terunyan, baik desa ataupun di kuburan, targetnya tahun ini tuntas.

"Kami juga mengusulkan pada balai untuk memperbaiki jalan di sekitar Dermaga Desa Terunyan. Tujuannya agar fungsi jalannya sama dengan fungsi dermaga. Karena jalan di sekitar itu rusak, karena sering kebanjiran saat hujan. Mengenai kebutuhan anggarannya berapa, nanti balai yang melakukan pengecekan. Kami hanya mengusulkan saja," ucapnya.

Sementara pembangunan di Dermaga Kedisan, Riang mengatakan tahun ini baru 50 persen.

Baca juga: Giri Prasta Bantah Laporkan Bendesa Adat Ungasan ke Polda Bali Karena Faktor Politik

Baca juga: Truk Parkir di Pinggir Jalan Ditabrak di Jalan Denpasar-Singaraja,Samiada Dilarikan ke RSD Mangusada

Sebab pihaknya fokus untuk menyelesaikan tempat sandar. "Sekarang kan di Kedisan masih menggunakan tempat sandar darurat.

Tahun ini diharapkan tempat sandar tuntas dulu," jelasnya.

Alasan mengapa pembangunan di Dermaga Kedisan cenderung lebih lama, karena bangunan pelengkapnya lebih banyak. Diperkirakan pembangunan di Dermaga Kedisan membutuhkan waktu hingga dua tahun kedepan.

"Bisa saja sampai dua tahun, tergantung anggaran. Karena yang kemarin kan sempat anggarannya di-refocusing," ujarnya.

Selain tiga dermaga itu, Riang mengaku pihaknya juga mendapat usulan dari masyarakat agar menyediakan dermaga di wilayah Desa Songan. Pihaknya pun mengaku sudah melakukan survei ke lokasi.

"Masyarakat berharap agar disana ada dermaga. Karena disana juga banyak boat-boat yang beroperasi milik kelompok ataupun perseorangan. Mengenai usulan tersebut, kami meminta pada mereka untuk memastikan kejelasan status asetnya. Kalau sudah jelas, tentu kami akan usulkan. Siapa tahu pusat bisa mengamini," tandasnya. (mer)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved