Bali United
Peran Penting Eber Bessa, Lilipaly, & Privat Mbarga Dibalik 23 Gol Spaso, Ujian Sesungguhnya di AFC
Peran Penting Eber Bessa, Lilipaly, dan Privat Mbarga Dibalik 23 Gol Spaso, kembali Diuji Klub Asia Tenggara di Dipta
Penulis: Marianus Seran | Editor: Harun Ar Rasyid
Laporan wartawan Tribun Bali, Marianus Seran
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Lini depan Bali United moncer pada putaran kedua Liga 1 Indonesia 2021-2022. Serdadu Tridatu tak terkalahkan hingga akhirnya merengkuh gelar juara Liga 1 musim ini.
Sejarah bagi Pulau Dewata tercipta, karena Bali United mencetak back to back Champions Liga 1.
Ilija Spasojevic dkk dikalah Persebaya dengan skor 1-3 pada pekan ke - 33 setelah mengetahui telah juara sebelum kick off, Jumat 25 Maret 2022 di Stadion Ngurah Rai Denpasar Bali.
Meski Bali United kalah, mereka telah memastikan juara setelah meraih 72 poin pada pekan ke - 33. Serdadu Tridatu ditetapkan sebagai juara setelah Persib Bandung bermain seri kontra Persik Kediri.
Bali United mencetak dua gelar pada musim ini. Pertama kembali juara, kedua sepatu emas atau top skor berhasil diraih striker Ilija Spasojevic dengan 23 gol.
Baca juga: Pandemi Melandai, Kunjungan Wisman ke Bumi Lahar Mulai Terlihat
Baca juga: Jembrana mulai terapkan PTM 100 Persen, Bupati Pastikan Prokes Ditaati
Baca juga: Kegiatan Ramadhan di Masjid Ibnu Batutah Puja Mandala Nusa Dua Bali, Tafsir Quran Hingga Tadarusan
Spaso mengakui dibalik raihan top skor itu, ada peran semua pemain Bali United. Ini bukan kerja individual melainkan semua pemain.
Namun dibalik itu, ada peran para penyerang yang tak lelah memberi umpan matang untuk Spaso di setiap laga.
Apalagi striker naturalisasi ini seorang target man di kotak penalti lawan, bukan tipe striker penjelelajah. Ia butuh pelayanan dari winger ataupun gelandang.
Beberapa pemain di posisi serang yang paling menonjol memberi umpan untuk Spaso dan pemain lainnya di depan yakni Stefano Lilipaly lima asis, Privat Mbarga delapan asis, dan Eber Bessa tiga asis.
"Saya berkata kepada rekan-rekan bahwa gelar ini memang ditujukan untuk saya, tetapi saya merasa bahwa kita semua pantas untuk menerima gelar ini karena saya pasti tidak mampu mencapai gelar top skor ini sendirian dan ini adalah hasil kerja keras semua pemain,” kata Spaso kemarin.
Spaso mengakui sangat bergantung pada rekannya. Tugasnya berada di kotak penalti dan tidak butuh banyak bergerak mencari bola, tentu butuh suport dari pemain lain.
"Musim ini suplai bola kepada saya sangat luar biasa, jadi saya pikir rekan-rekan sangat membantu saya sebagai pemain yang bekerja di dalam kotak penalti dan tidak banyak bergerak," ujar Spaso.
"Jadi tugas saya di lapangan adalah menunggu bola di kotak penalti dan mengandalkan insting saya untuk mencetak gol," tambah eks Bhayangkara FC ini.
Spaso juga memuji kedalaman tim Bali United musim ini. Siapapun yang dipercaya bermain oleh pelatih selalu tampil 100 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/luapan-kegembiraan-striker-bali-united.jpg)