Berita Gianyar
Solar Langka, Sejumlah Lahan di Gianyar Tak Dapat Traktor
Persoalan yang terjadi bukan hanya karena solar langka. Namun para pemilik traktor kesulitan membeli lantaran dilarang membeli dengan membawa jerigen.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Persoalan kelangkaan solar kini telah merambat ke sektor pertanian.
Persoalan solar ini, menyebabkan banyak penyedia jasa traktor tidak bisa beroperasi di Kabupaten Gianyar.
Akibatnya, tak sedikit lahan pertanian basah yang kini beralih ke perkebunan akibat tidak mendapatkan traktor.
Persoalan yang terjadi bukan hanya karena solar langka. Namun para pemilik traktor kesulitan membeli lantaran dilarang membeli dengan membawa jerigen.
Pekaseh Subak Pering Tengah, I Ketut Lendra, Senin 4 April 2022 mengatakan, sejak beberapa pekan lalu keberadaan solar langka, sehingga petani yang memiliki traktor bermesin di atas 8 PK kesulitan.
Baca juga: Pertalite Langka di Tengah Kenaikan Pertamax, Dewan Gianyar Minta Pemerintah Pusat Bekerja Serius
Terlebih, kata dia, pemilik traktor saat ini tidak bisa membeli solar dengan jerigen.
Sementara pemilik traktor tidak memiliki mobil untuk mengangkut traktor ke SPBU.
"Pemilik traktor terpaksa diam, pembelian solar untuk mesin traktor tidak dilayani, harus bawa mobil khusus, kami tidak punya mobil itu, bawa jirigen ditolak," ujar Lendra.
Kata dia, kondisi tersebut telah berdampak pada tanaman petani. Sebab, saat ini beberapa petani menunda pengolahan sawah.
Padahal air irigasi saat ini sudah lancar. Di sisi lain, ada petani yang berubah haluan dengan mengontrakkan lahannya untuk ditanami komoditi semangka dan mentimun, dan komuditas lain yang tanahnya tidak perlu ditraktor.
"Ini kondisinya berbeda, sehingga petani tidak bisa dipaksa menanam padi. Pengolahan sawah terhambat sehingga masa tanam tidak sesuai jadwal," ujarnya.
Diungkapkan, di Subak Pering Tengah dengan empat tempek, ada lahan sekitar 180 hektar, namun sebagiannya sedang masa persiapan tanam.
Atas kondisi ini, Ketut Lendra berharap pemerintah juga memperhatikan petani, dengan memberikan petani untuk mendapatkan solar dengan mudah.
Baca juga: Pejabat Gianyar Selalu Ketog Semprong ke Alas Purwo Banyuwangi, Ada Apa?
"Harapan kami agar tidak dipersulit mendapatkan premium atau solar, mesin kecil di bawah 8 PK menggunakan premium. Untuk solah, sebenarnya kebutuhan solar untuk petani tidak banyak dan hanya satu kali masa tanam, kami harap agar tidak dipersulit," tandasnya.
Di tempat lain, yakni di Ubud, ditemukan petani yang frustrasi atas tidak adanya traktor.
Akhirnya, ia lebih memilih untuk mengontrakkan lahannya ketimbang menggarapnya.
"Mendingan dikontrakkan saja, daripada sulit begini," ujar petani tersebut sambil berlalu. (*)
Berita lainnya di Berita Gianyar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-potret-pertanian-di-kabupaten-gianyar-senin-4-april-2022.jpg)