Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Hanya Ada 28 Orang, Penyuluh Pertanian di Gianyar Baru Tersedia 50 Persen

Kabupaten Gianyar, Bali sampai saat ini masih menjadi salah satu daerah di Bali yang penduduknya banyak menekuni pertanian.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Wajah pertanian di Kabupaten Gianyar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kabupaten Gianyar, Bali sampai saat ini masih menjadi salah satu daerah di Bali yang penduduknya banyak menekuni pertanian.

Di mana luas lahan pertanian saat ini mencapai 13.474 hektar.

Lahan tersrbut dikelola oleh petani yang terhimpun dalam 486 subak yang tersebar di tujuh kecamatan.

Namun, dengan aktivitas pertanian yang masih aktif, Kabupaten Gianyar justru kekurangan penyuluh pertanian.

Di mana penyuluh tersebut sangat diharapkan keberadaannya untuk menyelesaikan persoalan seputar tanaman yang dihadapi petani. 

Baca juga: Pendapatan Parkir Naik 104 Persen, Pemkab Gianyar Bakal Terapkan QRIS di Semua Titik

Berdasarkan data dihimpun di Dinas Pertanian Gianyar, Jumat 8 April 2022, jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Gianyar saat ini hanya 28 orang.

Jika dihitung berdasarkan jumlah desa/kelurahan di Gianyar sebanyak 70 desa/kelurahan, dengan estimasi setiap desa mendapatkan satu penyuluh pertanian.

Maka total 28 orang tersebut, maka dapat dikatakan ketersediaan penyuluh pertanian di Kabupaten Gianyar hanya 50 persen. 

Berdasarkan perhitungan rasional, jumlah 28 orang tersebut sangat jomplang, mengingat di setiap desa ada ribuan petani yang harus dilayani.

Bahkan, jika pun para penyuluh ini harus bekerja selama 24 jam penuh, maka dengan keterbatasan tenaga manusia, kinerja mereka tetap tidak akan efektif dalam memecahkan persoalan petani. 

Baca juga: Polsek Ubud Amankan Terduga Pelaku, Warga Gianyar Resah Orang Misterius Beri Jajan ke Siswa

Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Gianyar, Ni Made Sumpahyani mengakui kondisi tersebut.

Tenaga penyuluh pertanian saat ini sebanyak 28 tenaga, hal itu karena setiap tahun ada tenaga penyuluh yang pensiun.

Di tahun 2022 ini, jumlah yang pensiun sebanyak lima orang.

"Kalau sekarang, terpaksa satu penyuluh melaksakan tugas di dua atau tiga desa. Kami akui hal ini tidak ideal," jelasnya.

Dalam meringankan kinerja penyuluh, kata dia, selama ini pihaknya sangat terbantu oleh adanya penyuluh di luar Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni tenaga harian lepas.

Baca juga: Masyarakat Gianyar Diresahkan Orang Tak Dikenal, Beri Jajanan ke Siswa, Diduga Modus Penculikan Anak

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved