Konflik Rusia vs Ukraina
Presiden Zelenskyy Sebut Serangan di Stasiun Kramatorsk Sebagai 'Kejahatan Perang'
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan rudal terhadap stasiun kereta api di Kramatorsk, Ukraina Timur.
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan rudal terhadap stasiun kereta api di Kramatorsk, Ukraina Timur.
Ia pun menyebut tindakan tersebut sebagai 'kejahatan perang' yang menewaskan 50 lebih warga sipil.
"Ini hanya terminal kereta api biasa, hanya kota biasa di timur Ukraina," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato video di parlemen Finlandia dikutip Tribun-Bali.com dari Aljazeera pada Sabtu, 9 April 2022.
Zelenskyy menyebut serangan rudal yang dituduhkannya ke Rusia merupakan cara mereka melindungi penduduknya yang berbahasa Rusia.
Baca juga: BPS Provinsi Bali Catatkan Kunjungan Wisman Rusia Terbanyak di Februari 239 Kunjungan
Baca juga: 2 Putri Vladimir Putin dan Menlu Terancam Sanksi dari UE, Warga AS Dilarang Berinvestasi di Rusia
Baca juga: SULIT DIBANTAH, Gambaran Satelit Ungkap Secara Jelas Tumpukan Mayat di Ukraina, Rusia Tak Mengakui
"Ini hanya terminal kereta api biasa, hanya kota biasa di timur Ukraina," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato video di parlemen Finlandia.
“Beginilah cara Rusia datang untuk melindungi Donbas, bagaimana mereka memandang perlindungan penduduk berbahasa Rusia. Dan ini adalah hari ke-44 dari realitas kita,” tambahnya.
Dikutip Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com pada Sabtu, 9 April 2022 dalam artikel berjudul Zelenskyy Kecam Pemboman Stasiun Kereta Api Kramatorsk, Sebut Sebagai Kejahatan Perang, menurut laporan CNN, Zelensky mengatakan bahwa sekitar 30 orang tewas dalam serangan di stasiun kereta.
Ia juga mengklaim hampir 300 orang terluka.
Dalam video pidatonya di parlemen Finlandia pada Jumat ini, Zelensky mengatakan ada saksi, bukti video, sisa-sisa rudal, dan korban tewas.
Baca juga: 50 Warga Termasuk Anak-anak Tewas Akibat Serangan Rudal di Stasiun Kereta Kramatorsk Ukraina
"Mengapa mereka membutuhkan perang melawan Ukraina ini? Mengapa mereka perlu menyerang warga sipil dengan rudal? Mengapa kekejaman yang disaksikan dunia di Bucha dan kota-kota lain yang dibebaskan oleh tentara Ukraina?" tanya Zelensky.
Polisi setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa roket menghantam ruang tunggu tempat ratusan warga menunggu kereta evakuasi.
Setiap harinya, sekitar 8.000 orang pergi ke stasiun untuk mengungsi selama dua minggu terakhir ini.
Sebanyak 4.000 orang berada di sana ketika rudal itu menghantam, menurut wali kota Kramatorsk.
"Ini adalah bukti lain bahwa Rusia secara brutal, biadab membunuh warga sipil Ukraina, dengan satu tujuan saja - untuk membunuh," kata Wali kota dalam sebuah pernyataan.
Gubernur Donetsk, Pavlo Kyrylenko menyebutkan dalam serangan rudal di stasiun kereta Kramatorsk sebelumnya 39 orang menjadi korban namun ia memperbarui daftar tersebut dan mengatakan setidaknya 50 orang tewas termasuk korban yang meninggal karena luka mereka setelah dibawa ke rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kramatorsk125.jpg)