Berita Klungkung

653 Anak di Klungkung Alami Stunting, Pemkab Klungkung Beri Perhatian Khusus

Permasalahan stunting pada anak mendapatkan perhatian penting dari Pemkab Klungkung.

Istimewa
Pemkab Klungkung menggelar rapat penanganan stunting, Jumat 8 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Permasalahan stunting pada anak mendapatkan perhatian penting dari Pemkab Klungkung.

Terlebih berdasarkan data Dinas Kesehatan Klungkung, tercatat terdapat 653 anak di Klungkung yang masih mengalami stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr Ni Made Adi Swapatni menjelaskan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Klungkung, angka stunting di Kabupaten Klungkung tahun 2021 tercatat sebanyak 653 orang atau 6,20 persen.

Jumlah ini tersebar di seluruh wilayah puskesmas yang ada di Klungkung.

Baca juga: Pameran Keris di Museum Semarajaya Klungkung, Ada Tombak Prajurit Era 1700-1800-an

Angka tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas 1 Nusa Penida sebanyak 266 anak, kemudian wilayah kerja Puskesmas Klungkung 1 sebanyak 93 anak dan wilayah kerja Puskesmas 3 Nusa Penida berjumlah 92 anak dan tersebar di wilayah puskesmas lainnya.

Dirinya juga menyampaikan, dari jumlah balita stunting tersebut, sebanyak 249 orang dari status sosialnya merupakan keluarga miskin dan 153 orang yang belum memiliki Jaminan Kesehatan Nasional. 

"Serta dari total jumlah data stunting, 504 orang dimasukkan dalam data stunting permanen dari evaluasi sampai umur 2 tahun," ungkap Adi Swapatni.

Baca juga: Kunjungan Pertama Setelah 2 Tahun, Turis Polandia Berwisata ke Objek Kertha Gosa Klungkung

Terkait hal itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pada anak di Klungkung.

Ia meminta tim tersebut untuk berkomitmen menuntaskan penurunan stunting di Kabupaten Klungkung. 

Terkait data yang disampaikan Kadis Kesehatan, Bupati Suwirta meminta untuk selalu melalukan evaluasi dan perbaruan data.

Dengan bantuan Yowana Gema Santi dan petugas puskesmas untuk melakukan input data

"Keterbatasan pemahaman dapat berupa minimnya pengetahuan mengenai ibu hamil, asupan gizi, hingga kecukupan nutrisi usai melahirkan."

"Maka dari itu, hal ini sangat penting dipahami sejak dini sehingga bisa mencegah terjadinya stunting pada balita, " ujar Suwirta, Minggu 10 April 2022. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved