Ramadan 2022

Minggu Kedua Ramadan, Harga Cabai Turun, Stok Minyak Goreng Curah dan Gula Perlu Perhatian Khusus

semua stok komoditas di pasaran saat ini bisa dikatakan normal kecuali stok minyak goreng curah dan gula yang mulai perlu perhatian khusus.

Editor: Noviana Windri
Gambar oleh Photo Mix dari Pixabay
FOTO ILUSTRASI PASAR TRADISIONAL 

TRIBUN-BALI.COM - Sudah memasuki minggu kedua bulan Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pangan pokok di pasar tradisional terpantau belum juga turun.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengatakan, masuk minggu kedua Ramadan biasanya memang ada penurunan di beberapa komoditas pangan.

“Minggu kedua ini seharusnya terjadi penurunan harga karena memang ada faktor permintaan yang sudah menurun tidak seperti awal Ramadan di mana uforia masyarakat sangat tinggi, seluruh bahan pokok penting diburu masyarakat untuk berbuka dan sahur,” tutur Reynaldi pada Kontan.co.id, Minggu (10/4).

Namun tambahnya, ternyata hingga saat ini banyak komoditas pangan yang masih dengan harga tetap dari minggu pertama puasa.

Mengutip dari situs resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Minggu (10/4), komoditas yang belum mengalami penurunan harga adalah beras, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging sapi, hingga telur ayam ras segar.

Baca juga: Hampir Sepekan Memasuki Bulan Suci Ramadhan, Harga Cabai di Denpasar Belum Alami Kenaikan

Baca juga: Disalurkan Sebelum Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Ini Jadwal & Cara Cek Penerima BLT Minyak Goreng 

 

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Denpasar 13 Hari Jelang Ramadhan 2022, Bawang Putih Naik, Cabai Merah Turun

Sedangkan satu satunya komoditas pangan yang sudah alami penurunan yaitu cabai.

cabai merah besar dari Rp. 57.000 per kg menjadi Rp. 55.000 per kg;

cabai merah keriting dari Rp.55.450 per kg menjadi Rp. 52.000 per kg;

cabai rawit hijau dari Rp. 49.900 per kg menjadi Rp.49.100 per kg dan cabai rawit merah dari Rp. 68.800 per kg menjadi 61.900 per kg.

Reynaldi menilai, penurunan harga cabai belum dapat dikatakan normal.

Mengingat bulan ini merupakan musim panen cabai bagi para petani.

Baca juga: 12.500 KK di Gianyar Akan Terima Bantuan Minyak Goreng

Baca juga: Kabar Gembira, Penyaluran BLT Minyak Goreng Rp 300.000 Telah Dimulai

Baca juga: Harga Minyak Goreng Terbaru di Indomaret dan Alfamart Minggu 10 April 2022: Bimoli Rose Brand Filma

“Seharusnya saat musim panen ini menjadi musim panennya petani, pedagang juga kemudian masyarakat. Seharusnya kita sudah bisa menjangkau cabai dengan harga yang tidak terlalu mahal. Bisa dikatakan normal kalau cabai kembali ke harga Rp. 35.000 per kg nya,” tambah Reynaldi.

Sementara Reynaldi menyebut, semua stok komoditas di pasaran saat ini bisa dikatakan normal kecuali stok minyak goreng curah dan gula yang mulai perlu perhatian khusus.

Dia juga berharap pemerintah bisa dapat segera membanjiri stoknya di pasar tradisional.

“Dan tentang stok ini, kami pikir pemerintah memerlukan segala macam upaya agar ketersedian bahan pokok penting dapat tersalurkan dan terdistribusi ke pasar pasar. Di mana pasar merupakan ujung tombak distribusi pangan rakyat,” tutup Reynaldi.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Ini Harga Komoditas Pangan yang Belum Juga Turun di Minggu Kedua Ramadan", Klik untuk baca: https://newssetup.kontan.co.id/news/ini-harga-komoditas-pangan-yang-belum-juga-turun-di-minggu-kedua-ramadan

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved