Ramadhan

Warga Binaan Permasyarakatan Lapas Perempuan Kerobokan Dapat 135 Nasi Kotak & Takjil Buka Puasa

Warga Binaan Permasyarakatan Lapas Perempuan Kerobokan Dapat 135 Nasi Kotak Dan Takjil Untuk Buka Puasa

ist
Rumah Peduli An Nisa bagikan nasi kotak dan takjil gratis untuk WBP di Lapas Kerobokan pada, Senin 11 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Di sore yang cerah itu, tampak beberapa warga binaan permasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Kerobokan Denpasar sudah mengenakan mukena.

Mereka bersiap-siap akan melakukan buka puasa bersama dan menerima nasi kotak juga takjil dengan teman-teman WBP lainnya.

Seperti di hari-hari sebelumnya, para WBP yang beragama islam ini menerima nasi kotak dan takjil dari berbagai donatur salah satunya, Rumah Peduli An Nisa. Plt. Kalapas Perempuan Kerobokan, Ni Nyoman Budi Utami mengatakan rasa terima kasihnya pada Yayasan An Nisa karena hampir setiap hari membawakan makanan untuk berbuka puasa dan sahur.

"Terima kasih tentunya dengan pembagian takjil dan nasi kotak untuk WBP. Terima kasih banyak untuk ibu dari yayasan An Nisa karena selama ini mulai dari bulan puasa, beliau dengan tim nya sudah sangat membantu kami setiap hari membawa takjil berbuka puasa untuk kami dan juga untuk sahur. Jadi intinya terima kasih karena kepedulian ibu dan teman-teman warga binaan bisa mendapatkan tambahan gizi yang cukup untuk menjalankan ibadah puasa," ungkap, Budi Utami.

Baca juga: Pesantren Ramadhan di Masjid Miftahul Mubin Bedugul Bali, Belajar Kilat Selama Ramadhan

Baca juga: Antisipasi Kesulitan Air Bersih di Musim Kemarau, BPBD Karangasem Siapkan Pasokan

WBP yang beragama islam di Lapas Perempuan Kerobokan sejumlah 130 orang dari total 229 orang. Selama bulan Ramadhan tentu terdapat beberapa tambahan kegiatan yang dilaksanakan seperti terawih, pembacaan ayat suci al-quran, pengajian dan tadarusan sehingga para WBP dapat menghabiskan waktu sambil menanti waktu untuk buka puasa.

Sementara itu, Siti Alifah pendiri Rumah Peduli An Nisa mengatakan sebelum ramadhan pihaknya sudah memberikan makanan karena terdapat puasa sunnah yakni puasa Senin, Kamis, dan Jumat.

"Jadi kalau Jumat kita bawa untuk seluruh WBP bukan hanya yang beragama islam saja. Selama ramadhan pun sama kita bawa makanan untuk seluruh WBP. Kalau hari ini nasi 135 kotak, kue 275 yang tidak puasa pun akan mendapatkan kue meskipun satu biji. Kita juga memberikan makanan untuk sahur," kata, Alifa.

Ia pun berharap nantinya para WBP ini setelah keluar dari Lapas dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan meskipun mereka didalam masih ada yang perhatian dan perduli.

Selain itu, untuk Peringatan hari Bhakti Pemasyarakatan ke-58 kali ini merupakan momen langka karena bertepatan juga dengan bulan suci Ramadhan.

Hal ini, menjadi kesempatan bagi insan pengayoman untuk menunjukkan kepeduliannya kepada sesama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved