Berita Denpasar
Libur Panjang Paskah, Penyeberangan dari Sanur Menuju Nusa Penida Meningkat 20 Persen
Libur Panjang Paskah, Penyeberangan dari Sanur Menuju Nusa Penida Meningkat 20 Persen
Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyeberangan di pelabuhan pengumpan Sanur Denpasar menuju Nusa Penida maupun Lembongan meningkat sejak libur panjang Paskah mulai Jumat, 15 April 2022 lalu.
Peningkatan penyeberangan mencapai 20 persen dibandingkan hari biasa sejak pandemi Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kawilker Sanur Kantor Pusat KSOP Kelas II Benoa, Ketut Suratnata.
Suratnata mengatakan, saat liburan ini, per harinya rata-rata jumlah penumpang sebanyak 1.000 orang.
“Kalau hari biasa sejak pandemi rata-rata 800 orang, jadinya ada peningkatan sebanyak 20 persen,” kata Suratnata saat diwawancarai Minggu, 17 April 2022.
Suratnatha mengatakan, kenaikan penumpang ini sudah terjadi sejak tiga hari jelang liburan panjang.
Adapun penyeberangan ini didominasi oleh wisatawan domestik.
Baca juga: Oknum Ojol Remas Payudara Perempuan di Panjer Denpasar, Belum Ada Laporan Meski Beraksi di 11 TKP
Selain itu, dikarenakan masih dalam suasana Purnama Jyesta, beberapa penumpang juga merupakan umat Hindu yang akan bersembahyang ke Pura Dalem Peed.
Sementara itu, sejak tanggal 1 April 2022 hingga hari ini, jumlah penumpang yang menyeberang sudah mencapai 16 ribuan orang.
Dikarenakan adanya pasang air laut di pelabuhan Sanur, untuk penyeberangan pada Minggu pagi pun digeser ke depan Museum Le Mayeur yang berjarak kurang lebih 500 meter ke arah selatan dari pintu pelabuhan.
Air pasang ini diperkirakan karena pengaruh Purnama Jyesta.
“Ini memang sering terjadi dan bukan hari ini saja. Karena air pasang, sulit menaikkan penumpang sehingga penyeberangan digeser ke selatan,” kata Suratnata.
Baca juga: Tingkatkan Fasilitas RS & Perbaiki Jalan di Nusa Penida,Pemkab Klungkung Utang Rp62 M Selama 8 Tahun
Menurutnya, kondisi ini tak akan berlangsung lama, dengan perkiraan 2 sampai 3 jam.
Sementara untuk esok, pihaknya belum bisa memprediksi apakah akan terjadi lagi air pasang ini.
"Kalau besok masih seperti ini, kami pindahkan lagi demi keselamatan, karena sulit memprediksi kondisi alam," imbuhnya.
Terkait protokol kesehatan pihaknya bekerjasama dengan pihak terkait melakukan penyemprotan desinfektan pada loket tiket dan boat setiap pagi.
Juga mewajibkan setiap penumpang untuk memakai masker dan menjaga jarak.
Penyeberangan dilakukan pagi hingga pukul 09.00 Wita dan siang pukul 13.00 - 16.00 Wita.
Terkait pemantauan cuaca, pihaknya mengaku tetap mengacu pada prakiraan cuaca dari BMKG. (*)