Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
UPDATE SUBANG: Yosef Sebut Pakaian Ada Bercak Darah Tak Digunakan Sebagai Alat Bukti
Terbaru Kasus Subang, Yosef sebut pakaian berisi bercak darah tak digunakan polisi sebagai alat bukti
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, SUBANG – UPDATE SUBANG: Yosef Sebut Pakaian Ada Bercak Darah Tak Digunakan Sebagai Alat Bukti.
Genap delapan bulan kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang bergulir, hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Diketahui kasus Subang terungkap pertama kali pada 18 Agustus 2021 silam.
Terbaru dari kasus Subang, salah satu saksi kunci yang merupakan keluarga dari Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, Yosef Hidayah.
Yosef mengklaim baju serta celana yang disita pihak kepolisian bukanlah dijadikan sebagai alat bukti untuk mengungkap dalang di balik Kasus Subang.
Diketahui baju dan celana yang disita kepolisian berisi bercak darah.
Dikutip Tribun-Bali.com dari Surya.co.id pada Selasa 19 April 2022 dalam artikel berjudul TERBARU KASUS SUBANG, Yosef Klaim Baju dan Celana Ada Bercak Darah Bukan Alat Bukti, Kenapa Disita? dalam pemeriksaan tersebut terungkap jika dalam pemeriksaan itu terungkap adanya noda darah di dekat kancing kaus dan celana putih yang dikenakan Yosef saat hari ditemukannya jasad Tuti dan Amalia.
Baca juga: TERKINI SUBANG: Genap 8 Bulan, Begini Kondisi TKP Kasus Subang, Yosef Minta Pelaku Dihukum Mati
"Kebetulan waktu itu kita tidak terasa. Dalam pemeriksaan kita tidak sadar pada waktu itu. Di situ ada sedikit noda dekat kancing. Terus di bawahnya ada setitik noda juga di celana," terang Yosef dikutip dari Kanal YouTube milik Koin Seribu 77.
Temuan itu pun membuat polisi menyita kaos dan celana Yosef. Namun, ia membantah itu dijadikan alat bukti.
"Kata pak Mul (Mulyono, adiknya), ini bukan alat bukti, tapi hanya pembanding. Karena alat bukti itu yang dipakai pelaku," katanya.
Karena kaos dan celananya disita, Yosef pun harus berganti pakaian. Kebetulan saat itu, di mobil adiknya, Mulyana ada celana dan kaos.
Yosef pun memakai celana abu-abu dan kaos putih milik Mulyana.
"Saya gak pulang lagi. Sudah tidak bisa masuk ke rumah. Makanya baju-baju itu bukan punya bapak. Termasuk celana saya (juga) pinjam," katanya.
Pernyataan Yosef ini juga menyangkal kabar sebelumnya yang menyebut jaketnya ada bercak darahnya.
Sebelumnya Yanti Jubaedah, istri dari anak tertua Yosef, yakni Yoris menyebut jaket Yosef ada bercak darahnya.
Baca juga: UPDATE KASUS SUBANG Bergulir 8 Bulan, Yosef Kembali Berkoar: Saya Tidak Mau Main-main
"Dari jaket ada darahnya, ah macam-macam, jadi gak mau, harus terima aja," kata Yanti saat itu.
Terkait dengan hal fakta bercak darah yang berada di jaket Yosef, kuasa Hukum Yosef, Rohman Hidayat buka suara.
Dikatakan Rohman, berdasar pengakuan kliennya, jaket itu dilepas sebelum masuk ke dalam rumah. Rohman merunut, pukul 07.15 WIB, Yosef tiba di rumah Tuti dan Amalia.
Ia pulang mengendarai motor tanpa memakai helm sepulang dari rumah istri muda.
"Naik motor tanpa helm, memarkir motor di sebelah kanan mobil Alphard yang saat itu sudah berbalik arah," ungkap Rohman.
Yosef lalu mencoba membuka pintu mobil, namun tak berhasil.
"Dia (Yosef) maju ke pintu depan (rumah), di pintu depan ada kursi, dibukalah jaket, disimpan di situ, dia masuk rumah tidak berjaket," ujarnya.
Saat masuk, kata Rohman, Yosef melihat kondisi rumah sudah dalam kondisi berantakan.
"Dia lihat ke kamar darah sudah di mana-mana, dia kemudian lihat ke kamar mandi, ruang tengah sampai ke dapur bercak darah, sampai ke ujung, terakhir itu dia balik lagi ke pintu depan sampai bertemu Pak Ujang," bebernya.
Lalu, benarkan baju dan celana Yosef bukan alat bukti? Hingga kini polisi belum mengungkap hal itu.
Kondisi Terkini TKP Subang
Dikutip Tribun-Bali.com dari TribunJabar.id pada Selasa 19 April 2022 dalam artikel berjudul UPDATE Kasus Subang, Rumah Lokasi Tuti dan Amalia Ditemukan Meninggal Masih Terpasang Garis Polisi, berdasarkan pantauan di TKP Kasus Subang yang merupakan kediaman dari mendiang Tuti dan Amalia di kampung Ciseuti Desa Jalancagak Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat terpantau masih dipasangi garis polisi.
Rumah di mana menjadi saksi bisu pembunuhan sadis Tuti dan Amalia tersebut saat ini kondisinya kumuh.

Selain itu, bila dilihat dari depan tepatnya di seberang jalan, rumah tersebut tampak menyeramkan.
Andi Suhandi, salah seorang pengendara yang hampir setiap hari melintasi depan TKP tersebut, mengaku tak pernah melihat keanehan-keanehan atau hal mistis saat melintasi rumah saksi bisu pembunuhan Ibu dan Anak tersebut.
Baca juga: UDPATE SUBANG: Genap 8 Bulan Kasus Berjalan, Polda Jabar Belum Ungkap Pelaku, Yosef Ungkap Fakta Ini
“Hampir setiap hari lewat baik siang maupun malam di depan TKP, namun tak pernah melihat hal-hal mistis" ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id pada Senin 18 April 2022.
Menurut Andi, Rumah TKP pembunuhan Ibu dan anak tersebut memang terlihat menyeramkan kondisinya setelah terjadi peristiwa Pembunuhan Ibu dan Anak Gadisnya 8 bulan silam.
“Kalau dilihat memang kondisi rumah sangat menyeramkan, apalagi di malam hari. Kondisinya yang tak terus kosong selama berbulan bulan, rumah tersebut mulai ditumbuhi rerumputan hingga tingginya mencapai 1 meter lebih,” ucap Andi warga Segalaherang.
Andi juga mengaku sangat berharap kasus ini bisa segera terungkap dan ekspos ke publik siapa pelaku atau dalang dari perampasan nyawa Ibu dan Anak tak berdosa tersebut.
"Saya pribadi dan mungkin warga sekitar serta keluarga korban tentunya berharap, kasus ini bisa segera tuntas dan ditangkap dalang atau pelakunya. Karena kasus Jalancagak ini jadi perhatian publik nasional" harapnya
Sementara itu, berdasarkan pantauan di sekitar TKP, tak ada warga sekitar yang bisa ditemui.
Kondisi di sekitar lingkungan TKP sangat sepi.
(*)