Berita Bali
Vaksinasi Kanker Serviks HPV di Bali Sasar Siswa Sekolah Dasar Kelas 5 dan 6
Kegiatan vaksinasi Virus Papiloma (HPV) gratis untuk mencegah kanker serviks akan berlangsung kembali di Bali.
Penulis: Noviana Windri | Editor: Noviana Windri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kegiatan vaksinasi Virus Papiloma (HPV) gratis untuk mencegah kanker serviks akan berlangsung kembali di Bali.
Untuk sasarannya, sendiri adalah anak-anak perempuan Sekolah Dasar kelas V dan VI. Rencananya kegiatan ini akan berlangsung pada bulan Agustus 2022 mendatang.
"Jadi untuk pelayanan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks, gratis dan khusus untuk anak kelas V dan kelas VI perempuan. Kita akan melaksanakannya pada Agustus," jelas, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom ketika ditemui pada, Rabu, 20 April 2022.
Program vaksinasi HPV gratis ini belum menyasar usia dewasa karena pemerintah pusat baru mengkhususkan agar penyuntikan vaksin HPV dilakukan pada anak-anak kelas V dan VI Sekolah Dasar.
Hal tersebut karena diusia tersebut merupakan salah satu penyebab dari tumbuhnya jaringan serviks.
Baca juga: Pentingnya Pra-Remaja Mendapatkan Vaksin Kanker Serviks, Simak Penjelasannya
Baca juga: Berikut Risiko yang Terjadi Jika Kanker Serviks Telat Dideteksi
Baca juga: Pencegahan Ada Dua, Kenali Faktor Risiko Kanker Serviks dan Cara Mencegah
"Dalam rangka imunisasi anak dan sudah ada penelitian baru bahwa pencegahan itu bisa dilakukan sejak awal, untuk mencegah bukan hanya untuk orang yang sudah menikah ya. Jadi program HPV masuk dalam program anak," tambahnya.
Tercatat sejak Tahun 2018 hingga 2021 tren penyakit kanker payudara di Bali berjumlah 556 kasus.
Dengan rincian pada tahun 2019 sebanyak 278 kasus, tahun 2020 sejumlah 814 kasus, dan 2021 sejumlah 153 kasus.
Sementara untuk data kasus kanker serviks, pada tahun 2018 sejumlah 52 kasus, tahun 2019 sejumlah 33 kasus, tahun 2020 sejumlah 63 dan tahun 2021 sejumlah 26 kasus.
Untuk penderita di Bali Kanker payudara rata-rata berusia 31 hingga 40 tahun. Dan untuk Kanker serviks rata-rata usianya di atas 35 tahun.
"Dia bisa kena awal, ini paling susah diketahui karena ini silent killer, rata-rata orang tahu kena kalau uda masuk stadium 3 atau 4, maka penting pencegahan," imbuhnya.
Penyebab terjadinya kanker serviks salah satunya karena pernikahan dini dan belum siapnya organ wanita untuk hal pernikahan.
Maka dengan sedini mungkin sebelum seorang wanita dewasa lebih baik mencegah sengan vaksin.
Sementara untuk biaya vaksinasi HPV pada normalnya sekitar diatas Rp. 1 juta.
Baca juga: Yuk Lebih Peka, Kanker Serviks Ternyata Bisa Dideteksi Lewat Darah Haid, Ini Tandanya
Baca juga: PERTANDA KANKER SERVIKS Bisa Ditandai saat Kencing, Begini Cara Mendeteksinya
Baca juga: Penyebab Terjadinya Kanker Serviks, Berikut Penjelasan dr. Henry Jerikho
Biaya yang terkesan mahal tersebut membuat orang-orang enggan melakukan vaksinasi HPV.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/vaksinasi-kanker-serviks-di-sd-saraswati-6-denpasar.jpg)