Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

18 Ribu Wisatawan Diprediksi Kunjungi Bali Saat Libur Panjang Lebaran

Libur panjang Idul Fitri bakal berdampak pada kunjungan pariwisata Pulau Dewata, diprediksi belasan ribu wisatawan domestik berkunjung ke Bali.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Wisatawan asing 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Libur panjang Idul Fitri bakal berdampak pada kunjungan pariwisata Pulau Dewata, diprediksi belasan ribu wisatawan domestik berkunjung ke Bali.

Angka tersebut meningkat berkali lipat dari weekday atau hari-hari biasa yang tingkat kunjungannya berkisar 7.500 Wisdom dan 2.000-2.500 Wisatawan Mancanegara.

Berkaca pada libur akhir tahun lalu, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyebut ada 12-13 ribu wisatawan yang berkunjung ke Bali, jumlah tersebut lah yang diprediksi meningkat saat libur panjang lebaran tahun ini. 

Di mana dalam dua tahun terakhir pandemi COVID-19, masyarakat dikungkum dengan aturan larangan mudik sehingga selain silaturahmi, momentum ini menjadi wahana pelepas kerinduan berwisata masyarakat.

"Kalau wisman sekarang kita berada di angka 2.000-2.500 per hari. Lebaran tidak berdampak besar pada Wisman tapi berdampak besar pada wisatawan domestik. Kalau sekarang 7.500 dulu waktu akhir tahun menyentuh angka 12.000 - 13 ribu. Libur lebaran ini cukup panjang liburan bisa menyentuh 18 ribu sampai 20 ribu Wisdom perhari," ungkap Wagub saat dijumpai di Renon, Denpasar, pada Jumat 22 April 2022.

Baca juga: Penukaran Uang untuk Lebaran di 294 Lokasi, BI Bali Siapkan Rp 4,9 Triliun Uang Layak Edar

Baca juga: Jelang Lebaran Turun Rp 8.000, Ini Update Harga Emas Antam Hari Ini Sabtu 23 April 2022

Baca juga: 48 Kapal Beroperasi Dengan 200 Trip di Pelabuhan Gilimanuk Saat Arus Mudik Lebaran 2022

Di samping itu, Wagub Cok Ace mengungkapkan bahwa selama open border dibukanya keran wisatawan domestik dan internasional okupansi hotel di seluruh Bali beluk tembus angka 10 persen.

"Okupansi hotel sekarang Nusa Dua sebagai pusatnya, walaupun 2.000 wisatwan asing datang ke Bali, tingkat okupansi di Nusa dua laporan baru mencapai 21 persen, karena penyebaranannya di Kuta, Kerobokan, Canggu dan sebagainya," kata dia.

"Okupansi di Bali secara keseluruhan belum tembus angka 10 persen pun belum, walaupun ada angka 60 persen 80 persen mungkin akan tercapai paling hanya terjadi di kawasan Nusa Dua saja itu hanya satu atau hotel," pungkasnya.  

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved